Imbas DBD, Kinerja Dinkes Butur Terus Disorot

583
Bacakan

Rahman

-Advertisements-

BURANGA/inilahsultra.com- Buntut meninggalnya tiga warga Kecamatan Kulisusu Utara (Kulut) Kabupaten Buton Utara (Butur) akibat DBD, kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Butur terus disorot. Dinkes dianggap lalai dalam menangani kasus tersebut.

“Korban terus bertambah kemudian sudah ada yang meninggal, jadi ini karena kurangnya upaya pencegahan penyakit oleh Dinkes Butur. Harusnya identifikasi potensi terjadinya DBD sejak dari awal diantisipasi,” sorot Anggota DPRD Butur, Rahman, S.Km, Rabu (1/3/2017).

-Advertisements-

Menurut Rahman, seharusnya dari awal Dinkes Butur melakukan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat di wilayah yang dianggap endemik DBD. Bila perlu, sebelum terjadi kasus itu, Dinkes Butur sudah melakukan fogging.

“Seharusnya Dinkes lakukan pencegahan buka mengobati. Karena lebih baik mencegah dari pada mengobati. Hanya saya ragu dengan Dinkes ini, jangan sampai biar data wilayah endemik DBD tidak ada,” ungkapnya.

Rahman menilai Dinkes Butur lalai. Makanya tindakan pencegahan tidak dilakukan dengan baik. Akibatnya, korban penyakit DBD terus bertambah. Padahal, bila tindakan antisipasi dilakukan sejak awal, wabah DBD bisa dicegah.

“Dinkes harus lakukan langkah-langkah agar tidak menyebar lagi DBD ini. Kalau perlu semua titik harus pengasapan,” pintanya.

Rahman berharap, pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap kasus itu, sehingga tidak menimbulkan kesan pemerintah tidak perhatian terhadap masyarakat.

“Kita berharap, secepatnya masalah ini diatasi,” harapnya. (R)

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...