Atap Rangka Baja Gedung Sekolah Favorit di Kendari Diterbangkan Angin

Bacakan

KENDARI/inilahsultra.com – Hujan disertai angin kencang yang menerjang wilayah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (1/3/17) memporak-porandakan daerah tersebut. Sejumlah pohon pelindung yang ditanam pemerintah setempat, tumbang. Selain itu, atap gedung sekolah TK Kuncup Pertiwi melayang diterbangkan angin.

Atap dan rangka baja sekolah favorit yang terletak di Jalan Ahmad Yani tersebut terbang dan jatuh di halaman SD Kuncup Pertiwi yang letaknya tidak berjauhan dari TK Kuncup Pertiwi. Beruntung, peristiwa ini terjadi petang hari saat siswa-siswi sudah pulang sekolah.

-Advertisement-

Pantauan jurnalis inilahsultra.com, Kamis (2/3/17), seorang penjaga sekolah sedang berusaha menyelamatkan sebuah motor matic berwarna hitam-putih DT 3004 B yang tertimpa rangka atap tersebut.

“Cari siapa pak? Anak-anak sudah pada pulang, mereka diliburkan hari ini,” sapa pria paruh baya itu kepada jurnalis inilahsultra.com.

Dia mengakui, banyak orang mengira kalau atap yang ambruk tersebut adalah atap SD Kuncup Pertiwi. Padahal sebenarnya atap gedung TK Kuncup Pertiwi yang letaknya hanya dibatasi tembok pagar. Menurut dia, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu karena memang anak-anak sekolah sudah pulang.

Selama dua hari terakhir ini, Kota Kendari ibukota Sulawesi Tenggara diselimuti cuaca ekstrem. Hujan lebat dan angin kencang menghantam sebagian besar wilayah tersebut. Genangan air dan pohon tumbang menjadi tontonan gratis warga kota.

Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kendari Adi Istiyono mengungkapkan, angin kencang dah hujan lebat di Kota Kendari diakibatkan adanya pertumbuhan awan kumulonimbus mulai pukul 13.00 Wita.

“Saat suhu udara mencapai 32,8 derajat celcius menjadi sumber energi utama dalam pembentukan awan kumulonimbus. Di samping itu kelembaban yang cukup memadai di lapisan 3.000 feet yang bisa menyebabkan pertumbuhan awan kumulonimbus,” terang Adi melalu pesan WhatsApp yang diterima inilahsultra.com.

Lebih lanjut Adi mengungkapakan, kumulonimbus yang cukup tebal di  Kota Kendari tersebut menjadi sumber hujan lebat dan angin kencang. Namun awan kumulonimbus tersebut dan biasanya berdurasi singkat dan intensitas yang kuat. (maman)

 

Facebook Comments