ORI Investigasi Meninggalnya Pasien di RSUD Konkep

KENDARI, Inilahsultra.com – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Sulawesi Tenggara melakukan investigasi berkait buruknya pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Konawe Kepulauan.

Akibatnya, salah seorang pasien meninggal dunia di depan ruang instalasi gawat darurat (IGD) karena tidak ada petugas RS yang melayani.

“Kita harus lakukan pemeriksaan lapangan dulu kenapa itu harus terjadi. Kenapa ada rumah sakit ketika ada pasien tapi tidak ada petugas,” ujar Kepala Perwakilan ORI Sultra Aksah, Senin (13/3/2017).

-Advertisement-

Meninggalnya pasien akibat buruknya pelayanan kesehatan di RS, sebut dia, merupakan peristiwa yang sangat langka di Indonesia. Khusus di Sultra, hanya terjadi pada dua daerah yakni Kabupaten Konawe Kepulauan dan Wakatobi.

“Ada pasien meninggal di depan kamar IGD karena tidak ada petugas rumah sakit. Ini peristiwa yang sangat langka di Indonesia. Di Sultra, hanya terjadi di Konkep dan Wakatobi,” katanya.

Aksah mengungkapkan, investigasi lapangan dilakukan dengan cara meminta keterangan Direktur RSUD Konkep, petugas RS dan masyarakat. Setelah itu, pihaknya menyimpulkan hasil pemeriksaan dan melakukan tindak lanjut.

Menurut dia, seharusnya petugas pelayanan selalu berada di RS selama 24 jam. Makanya, pemerintah daerah punya kewajiban mewujudkan penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang baik.

“Kita juga akan menemui Bupati Konkep karena hal-hal seperti ini bagian dari kelalaian atau pengabaikan kewajiban hukum yang dilakukan pemda. Ini terkait dengan hak publik, hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” katanya.

Sebelumnya, balita bernama Arfian Fiani, balita perempuan yang masih berusia lima bulan meregang nyawa akibat tidak ada petugas medis yang melayani saat berada di depan IGD RSUD Konkep. Ia dilarikan di RS karena mengalami panas tinggi. (Maman)

Facebook Comments