Rombongan STQ Terlantar di Pelabuhan Feri, Kadishub Butur Disorot

Memperpendek Jalur Penyeberangan - Warga mengamati kapal penyeberangan KMP Bahtera Mas II yang baru saja diresmikan bersama Pelabuhan Penyeberangan Amolengo, Kabupaten Konawe Selatan dan Pelabuhan Labuan, Kabupaten Buton Utara, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, Sabtu (20/2). Penyeberangan Amolengo-Labuan dilayani satu kapal Ro-ro 711 gross ton dengan kapasitas 189 penumpang 19 kendaraan. Jalur penyeberangan tersebut untuk memperpendek jalur lintas orang dan barang dari Sulawesi Tenggara ke wilayah-wilayah kepulauan. Jarak delapan mil laut antara Amolengo-Labuan dapat ditempuh selama 30 menit dengan kapal tersebut. Kompas/Riza Fathoni (RZF) 20-02-2016

BURANGA/inilahsultra.com- Perjalanan rombongan peserta Seleksi Tilawatil Qur’an Kabupaten Buton Utara (Butur) menuju Kendari, Sabtu (11/3/2017) meninggalkan rasa kekecewaan salah satu rombongan. Dia adalah Sartono Sekretaris Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Butur.

Dia harus berpisah dengan rombongan ketika berada di pelabuhan penyeberangan Feri Labuan-Amolengu karena kendaraan roda empat miliknya tidak terangkut. Akibatnya, ia terlantar hingga berjam-jam.

Sartono langsung menyoroti kinerja Kepala Dinas Perhubungan Butur Muhamad Hanafi,  selaku orang yang bertanggungjawab terkait pemberangkatan rombongan.

-Advertisement-

Sorotan yang dilontarkan mantan Kabag Humas Setda Butur itu bukan tanpa alasan. Sebab masuknya rombongan dalam Feri diakui telah menjadi tanggung jawab penuh Kepala Dinas Perhubungan.

“Saat rapat di rujab bupati, pak Hanafi diberi tanggung jawab untuk mengamankan penyeberangan agar semua kendaraan rombongan harus masuk semua dalam Feri secara bersama-sama. Dihadapan bupati, enaknya dia ngomong beres-beres, padahal realisasinya ada yang terlantar,” kesal Sartono.

Harusnya, kata Sartono, selaku orang yang sudah diberi tanggung jawab terhadap penyeberangan rombongan, sebelum masuk kapal idealnya mesti memastikan terlebih dahulu apakah semua rombongan sudah masuk semua atau belum.

“Harus seperti itu kalau pimpinan. Bukan kalau sudah masuk tidak lagi cek-cek rombongan. Mestinya dicek apakah ada kendala atau tidak, kalau ada supaya mencarikan solusinya,” kesalnya.

Lebih mengesalkan, saat kendaraan milik Sartono tidak terangkut, justeru masih kendaraan lain yang termuat.

Hingga berita ini dibuat, belum ada konfirmasi dari Kepala Dinas Perhubungan Butur Muhamad Hanafi. Saat coba dikomfirmasi lewat via teleponnya, tidak dapat terhubung. (R)

Facebook Comments