
Kendari, Inilahsultra.com- Ketua Harian Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sultra Kerry Syaiful Konggoasa menegaskan bahwa Asrun belum pasti mendapatkan pintu PAN untuk maju pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sultra 2018 mendatang.
Menurut Kerry, bila dirinya ikut maju di Pilgub, secara otomatis pintu partai harus diperebutkan antara Asrun dan dirinya.
“Dia belum tentu dapat PAN kalau saya ikut maju,” ungkap Kerry pekan lalu.
Kerry mengaku, dalam mengusung calon, partai selalu berdasarkan elektabilias. Tentu, partai akan mempertimbangkan tingkah laku dan sepak terjang kader.
“Nanti dilihat elektabilias, tingkah laku di partai dan kemampuannya,” katanya.
Pada Pilwali Kota Kendari, Asrun sukses mengantarkan anaknya sebagai pemenang. Adriatma Dwi Putra mampu mengalahkan usungan Kerry, Abdul Rasak.
Namun, Kerry mengaku, kekalahannya di Kota Kendari bukan tolok ukur. Menurut dia, skala gubernur perlu diukur melalui dukungan seluruh DPD.
“Asrun hanya pikirkan kota. Kalau saya pikirkan tujuh kabupaten. Sehingga, jika saya maju, tunggu dulu dong perlu ditimbang-timbang dulu,” jelasnya.
Sebelumnya, salah satu pengurus DPW PAN Sultra menilai Kerry belum bisa mendapatkan pintu PAN di Pilkada Konawe. Menanggapi hal ini, Kerry sedikit tegang.
“Kasitahu itu orang bodoh bicara begitu. Dia baru berpartai dan jangan hanya lihat di kota madia,” tohoknya.
Untuk mengukur kemampuan dan pengaruhnya, Kerry meminta jurnalis untuk menanyakan kepada seluruh pengurus DPD PAN kabupaten atau kota.
“Coba tanya bupati dari PAN dan DPD siapa itu Kerry. Kalau saya didukung oleh delapan bupati,” tekannya.
“Memang, partai ini milik DPP. Tapi, DPP akan cerdas memilih calon,” pungkasnya.
Reporter: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Rido




