
Kendari, Inilahsultra.com- Potongan kaki menghebohkan warga Lorong Garuda Jalan AH Nasutian Kelurahan Kambu Kecamatan Kambu Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Poasia Komisaris Polisi (Kompol) Haeruddin mengurai, penemuan kaki sebelah ini berawal dari warga sekitar yang melihat tiga pria menanam sesuatu benda yang dikira bayi, Jumat, 14 April 2017 malam.
Warga yang melihat peristiwa tersebut langsung melapor ke Polsek Poasia. Menyusul hal itu, Sabtu, 15 April 2017)l, sekira pukul 07.30 Wita, polisi langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) melakukan penggalian untuk mengetahui barang yang ditanam tersebut.
“Setelah kita gali, ternyata sepotong kaki. Pada awalnya memang masyarakat sekitar mengira bayi yang dikubur,” ujar Haeruddin.
Selanjutnya, sambung Haeruddin, pihaknya melakukan penyelidikan atas penemuan sepotong kaki kanan tersebut. Polisi meminta keterangan warga sekitar.
Hasilnya, ternyata potongan kaki tersebut milik Nurida yang baru melakukan amputasi di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Bahteramas Kendari. Amputasi dilakukan karena terjadi kerusakan jaringan pada kaki.
Haeruddin membeberkan, potongan kaki sengaja dikuburkan sementara di depan Asrama Candrika. Karena akan digali kembali untuk dikuburkan ke kampung halaman Nurida, Kabupaten Muna Barat.
“Setelah kaki kanan ibu Nurida diamputasi, pihak RS Bahteramas memaksa untuk dibawah pulang sehingga dikubur sementara di depan Asrama Candrika, dan akan dibawa pulang ke Kabupaten Muna Barat,” katanya.
Lebih lanjut Haeruddin menuturkan, adapun tiga pria yang mengubur potongan kaki tersebut salah satunya yakni anak dari Nurida bernama Muhammad Guara. Dibantu dua temannya, Arman dan Muhammad Asis.
Reporter: La Ode Kasman Angkosono
Editor: Rido




