Begini Rahasia Alami Mewarnai Kain Tenun Muna

Kendari, Inilahsultra.com- Sitti Herni (39), penenun asal Desa Masalili Kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna mahir menenun sejak usia 5 tahun. Keahlian menenun itu diperoleh dari sang nenek.

Saat ditemui di stand pemeran Kabupaten Muna, Sitti Herni menjelaskan, rahasia bahan alami pewarna kain tenun, berasal dari batang kayu, daun, hingga akar kayu.

“Pembuatan warna coklat diolah dari bahan alami daun sukun, mahoni, batang kayu bakau serta sabut kepala,” jelasnya, Selasa, 25 April 2017 malam.

-Advertisement-

Sementara daun mangga, sembaka, batang kayu nangka, kunyit menghasilkan warna kuning.

“Warna merah itu berasal dari olahan akar mengkudu, kulit bawang, bakau bisa jadi merah hati, kalau warna ungu dari batang kulit kayu jambu mette,” tambahnya.

Menurut dia, orang tua dulu mengolah daun jati menjadi warna merah. Namun rupanya sekarang dicoba menjadi warna abu-abu. Semua ilmu itu diperoleh dari neneknya.

Meski begitu, Sitti mengaku masih bingung proses membuat warna merah dari daun jati.

Dia nenjelaskan, kain tenun berasal dari kapuk yang bijinya dikeluarkan. Kemudian dipukul menggunakan kayu hingga halus. Setelah itu dipintal (kagia), dan setelah menjadi benang, selanjutnya diberi warna sesuai yang diinginkan.

“Proses pembuatan warna membutuhkan waktu hingga 5 sampai 6 hari. Itupun tergantung cuaca sinar matahari sehingga warna yang lebih cerah,” katanya.

Sitti telah mengajarkan cara menenun kepada anak, keluarga, maupun masyarakat Masalili. Meski begitu, dia belum percaya diri membuka tempat pelatihan.

“Pemasarannya ke Mumbai, India, Belgia, dan beberapa negara suka dengan kain tenun Muna karena kainnya sangat unik ditambah dengan motif Kaghati (layang-layang) sebagai ciri khas Muna,” tutupnya.

Reporter:  Iman

Editor: Rido

Facebook Comments