
Kendari, Inilahsultra.com – Pengamanan jelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bombana diperketat. Bahkan, peningkatan pengamanan mulai dilakukan saat pembacaan putusan di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Rabu (26/4/2017).
“Pengamanan dilakukan mulai dari pembacaan putusan MK. Sejumlah personel akan kita libatkan dan kita akan sesuaikan kembali. Akan ada penambahan personel saat PSU nanti,” terang Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Bombana Komisaris Polisi (Kompol) Agung Basuki SIK MAP saat ditemui di Makorem 143/HO Kendari, Kamis (27/4/2017).
Agung mengaku, bantuan kendali operasi (BKO) nanti akan diminta dari Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra). Namun sayang, pihaknya belum bisa memastikan jumlah personel yang akan dilibatkan saat PSU.
Saat ini, beber dia, personel yang disiagakan untuk menjaga kemanan terdiri dari 293 personel Polres Bombana, dibantu satu kompi personel Brimob Polda Sultra dan satu kompi Dalmas polres jajaran.
“Secara umum kondisi Bombana saat ini Alhamdulillah masih aman dan kondusif. Kita tinggal menunggu nanti putusan dari KPU, kapan akan dilaksanakan PSU karena ada waktu 30 hari,” ujar Agung.
Diketahui, MK memutuskan memerintahkan KPU Bombana untuk melakukan PSU di tujuh TPS pada tiga kecamatan dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Bombana.
Tujuh TPS itu adalah TPS 1 Desa Hukaea, TPS 2 Desa Lantari, TPS 2 Desa Tahi Ite, TPS 1 Desa Larete, TPS 2 Desa Larete (TPS 2 Marampuka), TPS 1 Desa Lemo (TPS 1 Marampuka) dan TPS 1 Desa Lamoare.
Reporter: La Ode Kasman Angkosono
Editor : Jumaddin Arif




