

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiagaan Bencana Badan Pencegahan Bencana Daerah Butur La Ode Husima menyebutkan wilayah yang terendam banjir yaitu Kecamatan Kulisusu Barat dan Kecamatan Bonegunu.
Di Kecamatan Kulisusu Barat disebutkan ada beberapa desa yang terendam dari ketinggian 1 meter hingga mencapai 2 meter.
“Desa Lambale /Lapandewa satu meter naik diatas rumah panggung,”tulis Husima diakun Facebooknya.
Beberapa jam kemudian, Husima memberikan informasi terkini, jikalau banjir di desa Lapandewa, Lambale dan Kotawo sudah mulai surut.
“Info Update Banjir. Banjir di desa Lapandewa, Lambale da Kotawo sudah mulai surut.
Semoga tidak ada lagi hujan deras sebentar siang,”ujarnya.
Berbeda halnya dengan Kecamatan Bonegunu, tepatnya Desa Ronta. Dimana, diinfokan kalau banjir sudah mulai merata dengan jalan dengan ketinggian hingga 1 meter.
“Update info banjir di desa ronta dan rante gola. Banjir sdh merata pd seluruh badan jalan dg ketinggian sekitar 1 meter. Anak2 SD-SMA gak ada lagi yg masuk sekolah…warga masyarakat gak ada yg bisa ke mana2 terkurung dlm rmh panggung. Sawah2 semua tenggelam,” tulis Husima yang disampaikan melalui akun Facebooknya.
Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada bantuan makanan atau bantuan lainnya yang diturunkan oleh pemerintah daerah baik itu melalui dinas sosial maunpun BPBD Butur sendiri.
Salah satu korban banjir di desa Lakumbe La Engko mengaku hingga saat ini belum ada bantuan yang turun dari Pemda Butur.
“Belum ada bantuan, cuma sudah yang keliling data jumlah korban dan jumlah kk yang terkena bencana banjir ini. Saat ini kami masih terisolir belum bisa keluar dari rumah,”ujarnya.




