Mayat Wanita Tanpa Busana Ditemukan di Baruga

Sesosok mayat wanita tanpa busana ditemukan di Kecamatan Baruga, Rabu pagi, 17 Mei 2017.

 

Kendari, Inilahsultra.com – Sesosok mayat wanita tanpa identitas ditemukan di semak-semak di Jalan Boulevard Keluarahan Lepolepo Kecamatan Baruga Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu, 17 Mei 2017, sekira pukul 09.00 Wita.

-Advertisement-

Wanita yang diperkirakan berusia antara 25 hingga 30 tahun ini ditemukan dalam posisi telungkup tanpa sehelai kain di badan. Belum bisa dipastikan apakah wanita ini jadi korban kekerasan dan pemerkosaan.

Berjarak sekitar 20 meter dari tempat mayat, ditemukan pakaian yang diperkirakan milik korban. Korban mengenakan sebuah perhiasan cincin pada jari manis tangan sebelah kanan.

Wanita ini diperkirakan meninggal antara dua sampai tiga hari. Badan sudah mulai bengkak dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Jenazah wanita ini pertama kali ditemukan seorang bocah berusia sembilan tahun bernama Ardi. Pagi tadi, ia hendak mengambil makanan ternak kambing.

Namun setelah berjalan sekitar 200 meter, ia kaget melihat sesok mayat yang pada awalnya dikira bangkai babi. Ardi pun langsung berlari memberitahu ayahnya.

“Saya mau ambil makanan kambing. Pertama saya kira babi, setelah saya perhatikan ternyata manusia, saya langsung kasih tau bapakku,” ujar Ardi saat ditemui di tempat kejadian perkara (TKP).

Menyusul hal itu, ayah Ardi langsung menyampaikan ke pihak kepolisian. Tidak lama pihak kepolisian langsung berdatangan dan melakukan olah TKP bersama tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sultra.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kendari Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sigid Haryadi SIK mengatakan, pihaknya masih akan menyelidiki identitas korban. Dia berharap cincin yang ada di jari korban menjadi pentunjuk awal pihak kepolisian untuk mengungkap identitas.

“Umurnya diperkirakan 25 sampai 30 tahun. Meninggal sekitar dua sampai tiga hari yang lalu. Cincin yang ditemukan pada korban itu mudah-mudahan dapat mengungkap identitas korban,” kata perwira polisi dengan dua melati di pundak ini.

Sigid mengatakan, untuk mengetahui secara pasti penyebab meninggalnya korban, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari untuk divisum dan diautopsi.

“Kita belum bisa pastikan korban meninggal karena kejahatan atau bukan. Kita masih menunggu pemeriksaan Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Kendari,” tuntasnya.

Reporter: La Ode Kasman Angkosono

Editor: Din

Facebook Comments