
Samahuddin
Kendari, Inilahsultra.com – Tidak ada yang prediksi nasib setiap orang. Bila dulunya hanya buruh kasar, tidak menutup kemungkinan saat ini menjadi kepala daerah.
Seperti itu lah yang dirasakan Samahuddin. Tidak ada yang menyangka, Bupati Buton Tengah terpilih ini adalah mantan penjual sayur di pasar-pasar tradisional di Buteng.
Selain menjadi penjual sayur, Samahuddin juga pernah menjadi penjual obat, pengumpul hasil laut, dan kontraktor.
Ditemui di sela acara gladi pelantikan Bupati, Samahuddin mengaku, dirinya telah melalui berbagai proses kehidupan dari bawah.
“Saya ini pernah jual sayur, jual obat, pengumpul hasil laut, kontraktor dan terakhir jadi bupati. Semua saya jalani. Tidak perlu malu menjalani hidup ini,” ungkap Samahuddin, Minggu, 21 Mei 2017.
Samahuddin menjelaskan, jabatan sebagai bupati merupakan titipan dan amanah yang harus dijalankan dengan baik, khususnya dalam melayani masyarakat.
“Bila kemarin saya didukung oleh rakyat, maka sekarang saya bekerja untuk rakyat,” ujarnya.
Samahuddin mengaku, kepribadiannya sebelum menjabat sebagai bupati maupun setelah menjadi kepala daerah tetap sama. Dia akan selalu turun dan bertemu dengan masyarakat.
“Tetap biasa saja dan mengalir dengan sendirinya. Saya akan tetap bersama masyarakat saya,” jelasnya.
Untuk itu, kata dia, dalam menjalani hidup tak perlu gengsi terlebih minder menjadi pekerja kasar. Sebab, kata dia, nasib orang tidak ada yang prediksi. Selama berusaha keras, cita-cita yang diinginkan pasti terwujud.
“Ini saya memotivasi teman-teman yang masih muda. Penjual sayur saja menjadi bupati apalagi kalau wartawan. Pasti bisa (jadi bupati juga),” katanya sembari tertawa.
Samahuddin yang didampingi La Ntau sebagai wakilnya terpilih menjadi kepala daerah Buteng pertama. Pasangan Samahuddin-Lantau mengalahkan pasangan Mansur Amila-Saleh Ganiru pada Pilkada Buteng 2017.
Reporter: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Rido




