Kendari Banjir Lagi, Asrun Jelaskan Penyebab dan Solusinya

Wali Kota Kendari Asrun turun langsung memantau banjir yang terjadi di Kota Kendari, Rabu, 31 Mei 2017. (La Ode Pandi Sartiman/Inilahsultra.com)

Kendari, Inilahsultra.com – Kota Kendari tiba-tiba kembali dilanda banjir, Rabu 31 Mei 2017. Kubangan air raksasa hampir ada di mana-mana.

Sebagai bentuk kepedulian atas kondisi tersebut, Wali Kota Kendari Asrun turut memantau bencana yang terjadi di wilayah kekuasaannya itu

-Advertisement-

Disela-sela pantauannya, Asrun mengatakan banjir yang terjadi di Kendari merupakan siklus lima tahunan. Dimana, pada tahun 2013 lalu terjadi juga bencana yang sama.

“Pada 2013 lalu kita kan banjir besar juga. Ini masuk siklus lima tahunan,” kata Asrun disela pantauan banjir di Sungai Lasolo.

Baca juga : https://inilahsultra.com/2017/05/31/asrun-turun-pantau-banjir-di-kota-kendari/

Selain siklus lima tahunan, sebut Asrun, banjir diperparah dengan perambahan hutan penyangga di Tahura Nipanipa.

“Diperburuk lagi dengan kondisi lingkungan yang banyak hutan dirambah di gunung,” ujarnya.

Bukan hanya itu, tutur politisi PAN itu, warga ikut mengambil andil atas terjadinya banjir. Pasalnya, adanya tindakan mempersempit badan sungai yang akibatnya, aliran air yang debitnya cukup deras meluber ke pemukiman.

Menurutnya, warga yang mendirikan di badan sungai secara tidak langsung tidak mengantongi izin. Namun karena sudah membangun duluan, maka pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa.

“Tidak ada izinnya hanya terlanjur ada rumahnya, kalau kita bongkar harus bayar ganti rugi lagi. Bangunan di bantaran sungai itu ada duluan sebelum ada aturannya,” jelasnya.

Oleh karena itu, kedepannya tambah Asrun harus diadakan perluasan saluran primer beberapa sungai yang mengalir di Teluk Kendari.

“Saluran primer harus diperluas. Sekarang penanganan darurat sementara dilakukan oleh Dinas PU dan mereka jalan terus. Mana yang tersumbat itu yang diselesaikan,” urai dia.

Khusus wilayah Sungai Wanggu, Asrun menduga yang menjadi penyebabnya adalah aktivitas perkebunan sawit yang berada di atas Bandara.

“Ini banjir di sini bukan tambang. Kalau di Wanggu penyebabnya kelapa sawit di atas bandara sana,” pungkasnya.

Reporter : La Ode Pandi Sartiman
Editor : Rido

Facebook Comments