Pantau Jalan di Konut, Mobil Ridwan Bae Terjebak Lumpur

Mobil milik Ridwan Bae terjebak lumpur di Konut.

Kendari, Inilahsultra.com – Mobil yang dikendarai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Ridwan Bae nyaris celaka di Jalan yang menghubungkan Konawe-Konawe Utara (Konut). Mobil Mitsubitsi Pajero Sport yang digunakan Ridwan terjebak lumpur.

Ridwan rencananya akan menggelar reses di Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe. Namun, sebelum bertemu dengan warga setempat, Ridwan menyempatkan diri ingin memastikan langsung kondisi jalan Konawe-Konut yang akhir-akhir ini dikeluhkan warga Sultra.

-Advertisement-

Suasana tidak nyaman berkendara mulai terasa saat memasuki Kabupaten Konawe. Perbaikan jalan yang menyebabkan gelombang mulai dirasakan di Pohara Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe.

Selepas jembatan yang di bawahnya mengalir sungai Pohara, ujian pengemudi dimulai.

Meski licin dan terjal, ditanjakan pertama mampu dilewati oleh kendaraan rombongan politikus Partai Golkar itu. Begitu pula di titik kedua. Mobil masih melaju aman walaupun sedikit terjal dan berlumpur.

Pada tanjakan ketiga tepatnya di Desa Baini Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe, mobil Pajero yang ditumpangi Ridwan tak mampu melewati tanjakan yang cukup terjal dan berlumpur.

Mobil terjebak. Tarikan gas tinggi tak membuat roda untuk melaju. Untungnya, di lokasi jalan rusak ada beberapa petugas dari Dinas PU Provinsi Sultra yang tengah melakukan perbaikan dan menghalau lumpur. Mereka juga menyediakan alat berat.

Beberapa kali mobil dicoba untuk melewati jalan berlumpur, tapi tetap juga tak bisa melaju. Mobil sempat dimundurkan. Namun tetap juga masih terjerembab dalam lumpur. Untung juga kendaraan itu tidak terbalik.

Mobil baru bisa mendaki setelah beberapa warga membantu mendorong.

Kondisi jalan yang tidak bersahabat, membuat Ridwan mengurungkan niatnya untuk terus menuju ke Konut.

Kepada Inilahsultra.com, Ridwan mengaku, kerusakan jalan nasional ini akibat diguyur hujan akhir-akhir ini. Untuk itu, dia meminta kepada kontraktor selalu menyiapkan alat berat di beberapa titik yang dianggap rawan.

“Setiap terjadi penumpukan lumpur, maka harus dikeruk. Material juga siap sama halnya dengan alat beratnya,” ungkap Ridwan.

Reporter: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Herianto

Facebook Comments