Tak Cabut Uang Pangkal, Mahasiswa Ancam Boikot Pelaksanaan Tes SMMPTN

Mahasiswa demo tolak uang pangkal

Kendari, Inilahsultra.com- Mahasiswa mendesak agar Plt Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Prof Supriadi Rustad segera membatalkan nominal uang pangkal. Bila tidak, mereka mengancam akan melakukan boikot terhadap pelaksanaan tes Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN).

Amsar salah satu demonstran mengatakan, pihak UHO harus segera mencabut penetapan uang pangkal yang dianggap memberatkan calon mahasiswa.

-Advertisement-

“Sebelum pelaksanaan tes SMMPTN, maka pihak rektorat harus segera mencabut penerapan uang pangkal. Bila tidak, kami akan memboikot seluruh kegiatan tes besok,” tegas Amsar, Rabu 12 Juli 2017.

Demonstrasi yang berlangsung di depan rektorat UHO berlangsung bentrok. Mahasiswa terlibat adu jotos dengan beberapa petugas kampus.

Awalnya, mahasiswa yang membakar ban bekas coba diamankan oleh keamanan kampus. Namun, mahasiswa menolak ban yang dibakar dipadamkan.

Akibatnya, ketegangan antara keamanan kampus dan mahasiswa terjadi. Salah seorang mahasiswa berdarah setelah mendapatkan hantaman di wajahnya.

Saat keributan mereda, Wakil Rektor III La Ode Ngkoimani menemui mahasiswa. Dia menegaskan, soal pungutan uang pangkal sudah jelas aturannya, Peraturan Menristek Dikti Nomor 39 Tahun 2016.

“Dasar aturannya sudah jelas. Dasar penetapannya juga sudah tahu. Sampai saat ini pimpinan belum memutuskan untuk membatalkan uang pangkal,” tekan Ngkoimani.

“Atas nama pimpinan universitas, kami minta kepada keamanan kampus untuk amankan fasilitas kampus,” tegasnya.

Pernyataan Ngkoimani yang begitu singkat, membuat  mahasiswa tambah bersemangat untuk memboikot pelaksanaan tes SMMPTN besok.

“Setelah kita dengar penjelasan dari pimpinan universitas, maka kita sudah tahu bahwa kampus ini otoriter. Kita harus boikot pelaksanaan SMMPTN besok,” teriak demonstran.

Reporter : La Ode Pandi Sartiman
Editor      : Rido

Facebook Comments