
Suasana rapat telaah BKKBN Provinsi Sultra
Kendari, Inilahsultra.com – Untuk memperkuat petugas lapangan keluarga berencana (PLKB), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sultra menggelar rapat telaah program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga.
Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Republik Indonesia Wendy Hartanto mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mereview perjalanan program semester sebelumnya.
“Kalau belum maksimal, kita akan identifikasi apa masalahnya. Masing-masing kepala bidang akan menjelaskan apa masalahnya di lapangan,” ungkapnya, Rabu 9 Agustus 2017.
Menurut dia, PLKB ini adalah ujung tombak untuk menyukseskan program BKKBM. Untuk itu, pihaknya akan membuat strategi mengenai kekurangan yang terjadi sebelumnya.
“Kita ingin lihat capaian kontrasepsi berapa, dan daerah mana yang lemah. Seperti berapa suntik yang sudah terbagi termasuk pil. Kita akan identifikasi dan atur strategi ke depan,” ujarnya.
“Selain itu, kita akan terus menguatkan PLKB,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BKKBN Provinsi Sultra Ali Ismail menyebut, banyak program yang belum tercapai secara maksimal. Namun, dia mengaku bahwa pelayanan Juli kemarin sudah di atas rata-rata.
“Kita harus susun langkah strategis. Kita jangan seperti tahun lalu, peringkat 32 dari 34 provinsi,” katanya.
Capaian BKKBN terakhir, kata dia, baru 45 persen atau 29 ribu dari 65 ribu yang ditargetkan pengguna KB.
“Kita turun karena target kita dinaikan. Tapi, pada Juli ini kita hitung sudah capai 60 persen,” paparnya.
Sebagai upaya untuk mencapai target tersebut, BKKBN Provinsi Sultra akan memberikan bantuan operasional kepada seluruh BKKBN di kabupaten atau kota.
“Kita sepakati dengan SKPD setelah 17 Agustus akan berikan dana operasional. Mudah-mudahan dibagi kepada petugas di lapangan untuk menunjang operasional mereka. PLKB ini adalah ujung tombak kita,” tuturnya.
La Ode Pandi Sartiman : La Ode Pandi Sartiman




