
Ilustrasi loket penukaran uang logam.
Kendari, Inilahsultra.com – Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan melibatkan pihak perbankan bersama pemerintah Kota Kendari membuka layanan penukaran uang logam, di Taman Kantor Wali Kota Kendari, Minggu, 20 Agustus 2017.
Kepala Perwakilan BI Sultra, Minot Purwahono dalam sambutannya menyampaikan, layanan penukaran uang logam dilakukan atas dasar kondisi minimnya perputaran uang logam di masyarakat. Jumlah uang logam yang keluar dari sistem perbankan jauh lebih besar dibandingkan uang yang masuk.
Menurutnya, rendahnya perputaran uang logam dikarenakan masyarakat enggan untuk mempergunakannya sebagai alat pembayaran.
“Padahal di sisi lain banyak pedagang dan masyarakat Sultra membutuhkan uang logam untuk pengembalian transaksi,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Kota Kendari, Alamsyah Lotunani, dalam sambutannya mengingatkan kepada masyarakat agar tidak ada yang menolak pembayaran dengan uang logam karena hal itu dilarang Undang-Undang.
Terkait dengan rendahnya perputaran uang logam di masyarakat, mantan Kepala Bappeda Kota Kendari itu mengusulkan agar ada tabungan untuk uang logam sehingga nantinya uang logam yang dimiliki dapat ditabung di bank.
“Selain itu saya juga mengajak masyarakat Kendari untuk mulai beralih ke alat pembayaran non-tunai yang lebih praktis dan nyaman karena pembayaran dengan cara non-tunai merupakan bagian dari upaya mewujudkan Kendari sebagai Smart City,” terangnya.
Melihat tingginya animo masyarakat yang memanfaatkan kegiatan tersebut, Alamsyah mempersilkan perbankan jika ada yang akan melaksanakan kegiatan serupa secara reguler di area Taman Kota.
Selain membuka layanan penukaran uang, dalam kesempatan tersebut juga digelar sosialisasi mengenai ciri keaslian uang rupiah dengan 3D dan ajakan memperlakukan uang yang benar.
Penulis: Haerun
Editor : Jumaddin Arif




