
Ilustrasi
Buranga, Inilahsultra.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buton Utara (Butur) terus berupaya meningkatkan kualitas sarana infrastruktur pelayanan kesehatan masyarakat. Seluruh puskemas yang ada rencananya akan diakreditasi.
Selama ini belum ada Puskesmas yang terakreditasi. Keterbatasan alat kesehatan dan tenaga medis menjadi pemicu terhambatnya pusat pelayanan kesehatan. Makanya, belum ada pengakuan tim independen dari Kementerian Kesehatan yang menilai kelayakan rumah sakit maupun puskesmas.
Kepala Dinas Kesehatan Butur, Muh Kasrul Tiu membenarkan hal itu saat dikonfirmasi, Jumat, 25 Agustus 2017.
“Kendala yang ada di puskesmas yaitu masih banyak gedung yang tidak memenuhi standar dan fasilitas yang kurang memadai, sehingga mempengaruhi proses akreditasi,” katanya.
Kendati demikian, proses pemenuhan syarat-syarat mendapatkan akreditasi terus ditingkatkan.
“Tahun ini dua puskesmas diusulkan mengikuti proses akreditasi yaitu Puskesmas Kulisusu dan Waode Buri,” bebernya.
Mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Butur ini menguraikan, proses akreditasi puskesmas harus dilakukan secara bertahap. Pada tahun 2019 nanti, semua puskesmas ditarget mengantongi pengakuan atas kelayakan pelayanan kesehatan yang diberikan.
Upaya yang akan dilakukan antara lain, jumlah tenaga medis dan paramedis harus memadai, peralatan kesehatan standar, pelayanan maksimal, dan sistem administrasi baik.
“Puskesmas yang sudah terakreditasi, sudah tentu pendataan dan inventarisasi lebih baik. Memiliki standar operasional, fasilitas alat-alat kesehatan memadai dan mengantongi izin operasional,” urainya.
Menurut Kasrul, persoalan akreditasi bukan hanya dialami Butur. Persoalan itu juga dialami daerah lainnya. Makanya, Kasrul berkomitmen, menyelesaikan semua persoalan akreditasi itu.
“Pelayanan kesehatan terus dibenahi. Terutama, peningkatan jumlah tenaga medis. Sejauh ini, RSUD Butur masih kekurangan dokter ahli berstatus PNS,” akunya.
Reporter : Mawan
Editor: Herianto




