
Ruang perawatan anggota Brimob Polda Sultra dijaga ketat aparat kepolisian
Kendari, Inilahsultra.com – Hingga kini awak media belum berhasil mengorek informasi mendalam mengenai kronologis insiden ledakan bom berdarah di Markas Komando (Mako) Brimob Polda Sulawesi Tenggara Selasa 29 Agustus 2017.
Dihubungi via telepon selularnya sekitar pukul 17.00 Wita, Komandan Satuan Brimob Polda Sultra, Kombes Pol Kasero Manggolo, terkesan menghindar.
Kasero masih enggan buka suara terkait jatuhnya korban dari anggota kepolisian saat simulasi penjinakkkan berlangsung di Mako Brimob Sultra pagi tadi. Ia hanya memberi pesan melalui ajudannya.
“Maaf belum bisa. Bapak (Dansat,red) masih memberi arahan sebentar lagi,” singkat ajudan Dansat Brimob, Armand melalui sambungan selular milik Dansat Brimob Sultra, AKBP Kasero Manggolo.
Seperti dirilis inilahsultra.com, pagi tadi satu anggota Dansat Brimob Sultra bernama Muh Idris dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Ia diduga menjadi korban ledakan bom saat simulasi penjinakkan bahan peledak berlangsung di Mako Brimob Sultra.
Setelah ditangani tim dokter UGD, anggota polisi tersebut selanjutnya mendapat perawatan intensif di Ruang Mawar Rumah Sakit Bhayangkara Kendari. Hal ini sesuai informasi disampaikan petugas rumah sakit setempat.
Sayangnya, bagaimana kondisi fisik korban pascaterkena ledakan bom tak dirinci jelas. Pihak rumah sakit enggan memberi statmen.
Sementara itu ruang dimana anggota Brimob korban ledakan bom dirawat tampak dijaga ketat aparat polisi.
Penulis : Alin




