B-Track, Komunitas Motor Pecinta Tantangan

845

Komunitas B-Track saat menjajal hutan.


“Gas Full Rem Sedikit”, istilah aneh yang tidak asing bagi para raider penjelajah hutan dan pencakar lumpur di Tanah Buton.

- Advertisement -

Laporan : LM Arianto

Aneh tapi nyata, menjadi semboyan yang pantas buat geng motor trail di Kota Baubau ini. Nama B-Track. Meski seluruh jalan sudah di aspal, komunitas ini lebih memilih jalan becek, berbatu, naik turun gunung, bahkan menyeberangi anak-anak sungai sebagai lintasan yang dianggap andalan para raider itu.

Dengan kostum berwarna putih bercorak merah, dan kuning serta dilengkapi helm tertutup rapat, sarung tangan, dan sepatu bots, semakin menggambarkan ketanguhan sang pengendara motor bercakar itu. Meraka menyebut dirinya dengan nama Butuni Trail Adventure Community (B-Track).

B-Track berdiri sejak tanggal 16 Februari 2015 lalu dengan anggota 4 orang. Terbentuknya B Track tidak segampang membalikkan tangan. Karena keyakinan sang ketua, Yusuf akhirnya terbentuklah komunitas pencangkar lumpur di tanah Buton itu.

“Sebelumnya itu tahun 2012 saya sudah mencoba membentuk komunitas di Baubau bersama Jo alias Junaidi. Namun pada saat itu belum banyak yang tertarik. Akhirnya saya hijrah ke Makassar selama dua tahun dan kembali ke Baubau. Karena tekad yang besar saya kembali mencoba membentuk komunitas dan akhirnya berhasil sampai saat ini. Kita sudah beranggota 35 orang,” kenangnya.

Setelah terbentuk sebagai club motor trail, jalur pertama kali dirabat para baiker ini hanya sampai sebatas Palatiga, jalur Jembatan Beli tembus BTN Medibrata. Jalur ini melintasi sungai.

“Selama dua bulan kita hanya lewati jalur itu terus. Pada akhirnya kita harus membuka rute baru yang kami sebut rute ekstrim full. Bahkan kami harus rela meninggalkan motor dan keluar berjalan kaki demi membuka jalur itu setiap Minggu,” pungkas Opa, sapaan Yusuf.

Anehnya lagi, club B Track hanya mengandalkan Filing untuk membuka jalur. “Kita tidak gunakan GPS, kita hanya pakai filing saja. Ibaratnya hanya mereka-reka. Namun Alhamdullillah kita berhasil membuka jalur bahkan saat ini sudah banyak jalur yang kita buka,” katanya.

Disebut jalur ekstrim full karena disana sudah memiliki rintangan yang cukup rumit. Disana ada kali, gunung, lumpur, bahkan akar pohon yang menjadi rintangan tersendiri.
Kata Opa, adventure motor trail ini sama dengan olahraga. Namun olahraga ini dianggap komplit. Semua ada. Mulai dari uji adrenalin sampai pada uji kekompakan dan ketahanan fisik.

Menurut Opa, jenis kendaraan roda dua yang digunakan bergantung selera para bikers. Ada yang langsung membeli dari pabrikan dan ada juga yang melakukan modifikasi besar-besaran dari motor standar. Contohnya, Yamaha Fiz R, Jupiter, bahkan hingga Honda Supra, RX King bisa menjadi trail.

Kata dia, untuk tetap menjaga kekompakan dan skill, baikers B-Track rutin menggelar latihan bersama (Latber) yang dilangsungkan tiap akhir pekan di Kota Baubau. Biasanya, star dari bentangan Kali Baubau hingga mencapai jalur puluhan kilometer.

“Biasa kalau masuk pagi di rute ekstrim kadang harus bermalam apalagi kena hujan. Kalau cuaca bagus maka keluarnya paling cepat sore,” jelasnya.

Komunitas B-Track

Sejauh ini, B-Track sudah pernah berlatih bersama anggota komunitas motor trail dari luar daerah seperti komunitas trail Takatobi dan Konawe.

Sebagai Komunitas Trail di Buton tentunya para raider tidak ketinggalan menjelajahi dataran tempat lahirnya komunitas tersebut. Dalam perjalanannya, para raider tersebut menyebutnya sebagai Lingkar Pulau Buton Part 1.
Disana, para raider menempuh jalur dalam hutan di Kota Baubau tembus Kabupaten Buton Selatan hingga ke Kabupaten Buton dan kembali ke Kota Baubau.

“Kalau lingkar Pulau Buton kita tempuh itu dua hari satu malam. Kita sempat menginap di dalam hutan Jati Sampolawa. Disitulah kebersamaan dan kekeluargaan kami sebagai komunitas, istilahnya teman lebih dari saudara,” jelasnya.

Selain adventure didaerah sendiri, B Track selalu tidak ketinggalan dalam mengikuti even diluar daerah.
“Untuk even kita selalu ambil peran apalagi untuk lokal Sultra. Kalau untuk luar Sultra yang paling jauh itu kita ikut di Kalimantan hingga Maros di wakili sama raider dengan nomor #88 alias Bahar,” paparnya.

Menurut Opa, para raider berharap selain mengelar Latber, merekapun bercita-cita untuk membuat even di Kota Baubau. (***)

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...