Pemuda Katolik Sultra Ajak Masyarakat Jaga Keberagaman

Pemuda Katolik Sultra saat menggelar konferensi pers. 


Kendari, Inilahsultra.com – Banyaknya informasi hoaks yang bisa memicu disintegrasi bangsa, turut menjadi perhatian dari Pemuda Katolik Santo Yohanes Berchmans Komisariat Daerah Sultra.

Ketua Pemuda Katolik Sultra Liven Juvinalis Decroly Anasara mengaku, momentum Sumpah Pemuda yang jatuh setiap 28 Oktober, menjadi tonggak untuk mengembalikan kondisi bangsa yang damai tanpa adanya provokasi.

-Advertisement-

“Di momentum hari sumpah pemuda kami coba angkat tema menjaga Indonesia. Tema ini kami angkat karena dengan perkembangan saat ini banyak yang mengarah pada disintegrasi bangsa. Tema ini sekaligus pernyataan sikap dan ajakan untuk menjaga Indonesia dari segala isu negatif,” ungkapnya, Senin 23 Oktober 2017.

Sekarang ini, kata dia, Indonesia tengah berada di musim fitnah dan hoaks. Banyak pula kampanye provokasi agar sesama anak bangsa untuk saling membenci.

“Ada juga dengan ujaran yang mengarah pada kekerasan. Sehingga, membawa kami berpikir bahwa harus mengeluarkan pernyataan sikap bagaimana menjaga Indonesia,” jelasnya.

Banyaknya isu perpecahan dan adu domba yang digencarkan beberapa pihak, membuat masyarakat teralihkan fokus berpikirnya. Karena isu-isu yang memecah belah anak bangsa, rakyat tidak sadar bahwa banyak pihak yang ingin mencoba merampok sumber daya alam bangsa.

“Maka kami mengajak untuk seluruh anak bangsa Indonesia untuk menghargai dan mendukung keberagaman dan menolak segala isu perpecahan. Menggunakan jejaring sosial secara bijak dan menjaga persatuan bangsa serta melawan segala bentuk intolereansi dan radikalisme yang saat ini mengancam persatuan bangsa,” tuturnya.

Liven menilai, isu negatif ini akan terus berkembang hingga tahun depan karena bertepatan dengan tahun politik menuju 2019.

“Kami memandang isu negatif untuk mencapai tujuan akan tetap digunakan sekelompok orang. Makanya, kami ajak seluruh masyarakat Sultra untuk bersama-sama menjaga Indonesia dan Sultra dari segala isu yang memecah belah dan saling bermusuhan satu sama lain,” paparnya.

“Padahal semua itu pemanfaatan sekelompok atau beberapa orang yang digunakan untuk mencapai tujuan. Ada pihak luar yang mencoba mengadu domba kita sehingga konsentrasi kita terfokus pada isu itu. Dengan begitu, kekayaan Indonesia dengan enaknya mereka akan masuk ambil karena kita disibukan dengan adu domba,” tuturnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Editor : Din

Facebook Comments