
Pasarwajo, Inilahsultra.com – Desa Wolowa Kecamatan Wolowa Kabupaten Buton berupaya menuju desa mandiri dengan menggunakan alokasi dana desa (ADD).
Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Wolowa Mainawa Arman mengatakan, BUMDes itu dibentuk sejak tanggal 3 September 2017. Meski masih baru, BUMDes itu sudah menjadi percontohan di Kabupaten Buton.
“Target kami berusaha akan menjadi desa mandiri 2020,” ujarnya.
Kata dia, BUMDes yang berdiri dua bulan lalu itu sudah melakukan berbagai usaha. Diantaranya usaha percetakan dan sablon, distributor pulsa dan token listrik, usaha Sauwmil dan pengolahan kayu, serta usaha agro pengembangan sayur-sayuran dan cabai.
“Sekarang kami lagi pengembangan tanaman sayuran dan cabai seluas 10 hektar. Sementara pembersihan lahan, rincian anggaran dan biayanya Rp 1 milliar. Skema pembiayaannya akan didanai melalui unit usaha agrobisnis,” ujarnya.
Awalnya, lanjut Arman, penyertaan modal awal usaha tersebut berasal dari Silpa (Sisa lebih penggunaan anggaran) 2016 sebesar Rp 45.882.000.
Arman menambahkan, pada tahun 2018 nanti BUMDes akan merambah sektor perikanan melalui pembuatan rompong ikan sebanyak 10 unit dan bagang sebanyak 2 unit. Rencananya, hasil dari dua unit usaha itu, yakni perikanan dan agro akan membiayai pembuatan tempat wisata Lantariri Water Park.
“Perencanaan 2018 pembuatan pusat kuliner higienis Wolowa, pembuatan destinasi wisata Lantariri Water Park. Ini akan menjadi tempat wisata terindah dan termodern di Kabupaten Buton, terang Arman.
Dia menjelaskan, jumlah personil dalam pengelolaan BUMDes tersebut sebanyak 20 orang. Rinciannya, 13 orang kepala unit usaha yang ahli dibidang usaha, 4 orang marketing, 1 direktur utama, 1 sektretaris, 1 bendhara.
“Pembagian keuntungan diatur dlm AD/ART dan mulai bulan desember ini, semua personil akan mulai digaji sehingga sesuai visi BUMDes Menuju Wolowa Sejahtera 2025,” pungkasnya.
Reporter: Nia
Editor: Din




