
Pasarwajo, Inilahsultra.com – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buton kembali menunjuk La Bakry sebagai ketua. Orang nomor satu di Buton itu terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar, Senin 13 November 2017.
La Bakry mengatakan, akan berupaya meningkatkan prestasi olahraga daerah, utamanya atlet daerah agar dapat tampil pada ajang tingkat provinsi hingga nasional.
“Kita harap atlet kita juga dapat tampil diajang nasional, tidak perlu pakai atlet sewaan,” ujarnya.
Untuk itu, lanjut dia, melalui KONI sebagai organisasi induk cabang olahraga (Cabor) nantinya akan membina para atlet lokal disemua cabang olahraga, walaupun pembinaan yang dilakukan KONI terbentur pada persoalan anggaran.
Musda KONI merupakan ajang konsolidasi dan revitalisasi sehingga cabor nanti dapat diikutkan kejuaraan di tingkat provinsi ataupun Pekan Olahraga Nasional (PON) dan juga mengonsolidasikan program pembinaan atlet berprestasi.
“Mari menyiapkan anak-anak muda Buton untuk mengembangkan bakatnya dan mengukir prestasi olahraga,” urainya.
La Bakry tidak menampik jika pembinaan atlet kerap terkendala anggaran. Hanya saja, hal itu tidak lantas membuat gelar juara atlet Buton harus melempem. KONI tidak bisa dibiayai secara rutin dari APBD tapi biaya untuk KONI dititipkan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dikmudora).
“Anggaran nanti dicarikan solusinya. Jelasnya prestasi harus meningkat,” katanya.
La Bakry merinci, capaian pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2014 lalu, Kabupaten Buton berhasil meraih 12 emas, 22 perak, dan 36 perunggu. Capaian itu harus bertambah.
Sementara itu, Elvis Basri Uno, Wakil Ketua KONI Sultra mengimbau agar KONI daerah lebih fokus pada pembinaan atlet. Namun dukungan anggaran harus menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Anggaran cabor setidaknya bisa dibantu APBD,” pintanya.
Ia menyebutkan, usai Musda KONI Buton, di Sultra kini tersisa tiga daerah yang belum melaksanakan pergantian kepengurusan yakni, Konawe Utara, Muna dan Bombana.
Reporter: Nia
Editor: Din




