Menyerap Aspirasi, Memperjuangkan Kepentingan Rakyat

2006
Anggota DPRD Sultra saat menggelar reses untuk menjaring aspirasi masyarakat.
-Advertise-
Kendari, Inilahsultra.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra baru saja menggelar reses di daerah pemilihannya masing-masing.

Banyak aspirasi masyarakat disampaikan kepada mereka melalui masa reses itu.

Dari seluruh aspirasi yang masuk, DPRD yang notabene sebagai wakil rakyat siap memperjuangkannya di eksekutif.

-Advertise-

1. Yaudu Salam Ajo

Yaudu Salam Ajo, SP

Ketua Komisi IV Yaudu Salam Ajo misalnya. Dia menggelar reses di dapilnya, di Buton Selatan.

Dia mengaku, masyarakat banyak mengeluhkan akses jalan rusak.

“Soal akses jalan dan setiap reses saya dengarkan itu. Ini patut diperjuangkan dan akan kami usulkan ke pemerintah,” katanya, Rabu 15 November 2017.

Selain itu, masalah kurangnya air minum turut disuarakan warga. Untungnya, masalah ini cepat diselesaikan oleh pemerintah melalui program APBN.

Selanjutnya persoalan lahan pertanian yang terbatas. Masyarakat tidak punya akses untuk mengolah lahan pertanian sebagai sumber pendapatannya.

“Mereka ingin pemerintah berikan bantuan berupa pengadaan lahan. Tapi, ada masalah lain juga di sana soal konflik lahan,” jelasnya.

Masalah perikanan pun demikian. Program menjadikan Busel sebagai 10 daerah penghasil ikan nasional harus segera diwujudkan.

“Kami terus optimalkan penguatan kapasitas masyarakat. Kami harap, pemerintah turun tangan dalam persoalan masalah di masyarakat ini,” harapnya.

2. Sukarman AK

Sukarman AK

Sama halnya Sukarman. Ketua Komisi III DPRD Sultra ini banyak mendapatkan keluhan dari warga di dapilnya. Menggelar reses di Kecamatan Abeli Kota Kendari, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini mendapatkan keluhan soal akses pekuburan yang jauh.

Menurut masyarakat, kata Sukarman, lokasi Pekuburan Punggolaka menjadi salah satu hal dikeluhkan warga yang tinggal di sekitaran Kecamatan Abeli dan Poasia.

Di Abeli dan Poasia, kata dia, belum ada lokasi pekuburan umum untuk masyarakat.

“Kemarin, di Kelurahan Poasia itu secara umum termasuk Abeli itu yang prioritas mereka minta terkait dengan lokasi pekuburan umum,” ungkap Sukarman, Kamis 9 November 2017.

Baca Juga :  DPRD Sultra Antisipasi Naskah Akademik Perda Plagiat

Dari keluhan warga, pekuburan umum Punggolaka dianggap jauh bagi masyarakat di wilayah Abeli dan sekitarnya.

“Dan mereka berharap di sana masih tanah kosong. Berharap ada upaya pemerintah untuk realisasikan itu,” katanya.

Namun, kata dia, usulan adanga pekuburan umum ini menjadi kewenangan Pemerintah Kota Kendari.

“Hanya saya jelaskan terkait kewenangan ini ada di pemkot,” ujarnya.

Sebagai wakil rakyat, Sukarman akan memperjuangkan aspirasi ini dengan mengusulkannya ke Pemkot Kendari yang juga dipimpin kader PAN.

“InsyaAllah kita akan bicarakan dengan Pemkot. Ini merupakan bagian dari aspirasi yang harus diperjuangkan,” jelasnya.

Tapi, kata dia, dalam merealisasikan impian masyarakat itu, perlu mempertimbangkan banyak hal. Termasuk anggaran. Karena, dalam pengadaan lokasi pekuburan, membutuhkan biaya untuk pembebasan lahan masyarakat.

“Tentu pertimbangannya aspek keuangan daerah karena untuk pelepasan lahan itu tidak gampang,” tuturnya.

3. LM Taufan Alam

LM Taufan Alam

Sama halnya juga dengan LM Taufan Alam. Saat menggelar reses di Kabupaten Muna, Muna Barat dan Buton Utara, Ketua Komisi I DPRD Sultra ini banyak menerima keluhan masyarakat soal listrik.

“Soal listrik sangat krusial di sana. Baik Muna, Muna Barat. Banyak desa belum terjamah listrik utamamya di bagian Muna Timur,” katanya, Selasa 14 November 2017.

Jangankan di pedalaman kampung, di jalur jalan poros pun belum terjamah listrik.

“Saatnya PLN pikirkan pembangkit ini. Karena banyak masyarakat yang belum menikmati listrik,” sarannya.

Sebagai wakil rakyat, Taufan turut mengkritik adanya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Lasunapa dan Baubau.

“Kalau ini dikembangkan, Muna, Muna Barat, Baubau, Buton Utara dan Wakatobi tidak sulit listriknya. Ini bagus sebenarnya, kita tidak perlu lagi bergantung tenaga diesel yang terbatas. Kenapa tidak dilanjutkan saja itu PLTU,” protesnya.

Atas masalah ini, lanjut Taufan, secara pribadi akan koordinasi dengan Komisi III DPRD Sultra agar secepatnya berkoordinasi dengan PLN.

Baca Juga :  Namanya Dicatut Pada Pembangunan Proyek Rujab, Pimpinan DPRD Sultra Protes

“Kepulauan itu sangat krisis listrik,” tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, masalah yang disuarakan masyarakat adalah soal kewenangan pembangunan di tingkat bawah.

“Saya melihat bahwa ada satu hal yang harus dibenahi terkait kewenangan. Harusnya pemerintah tidak kaku sikapi kewenangan misalnya ada poros jalan terkena banjir dan kita diminta masyarakat benahi, tapi ternyata itu kewenangan Kabupaten. Karena kewenangan Kabupaten maka kita tidak bisa berbuat apa-apa. Saran saya, ini tidak boleh kaku,” ujarnya.

Menurut dia, masyarakat tidak berbicara kewenangan, melainkan penyelesaian masalah secepatnya.

“Problem yang diselesaikan bisa menyentuh langsung. Pada penetapan APBD ini saya akan suarakan ini. Kita tidak boleh kaku,” pungkasnya.

4. Wa Ode Sitti Nurlaila

Wa Ode Sitti Nurlaila

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Sultra Wa Ode Sitti Nurlaila memperoleh aspirasi yang sama saat menggelar reses di Kecamatan Pasit Putih dan Wakorumba Selatan Kabupaten Muna.

Warga setempat, kata dia, meminta bantuan alat tangkap perikanan. Menurut dia, bantuan pemerintah masih diharapkan untuk meningkatkan hajat hidup masyarakat, khususnya nelayan.

“Usulan yang mereka sampaikan ini kami catat dan akan diperjuangkan dalam pembahasan APBD nanti,” jelasnya.

Selain itu, masyarakat juga mengusulkan adanya bantuan pembuatan posko ronda. Masyarakat kerap ditakutkan dengan adanya pencurian ternak sapi.

“Hampir setiap hari ada saja kasus tentang pencurian sapi. Mereka keluhkan itu. Harusnya, pemerintah daerahnya turun tangan menangani masalah ini,” imbuhnya.

Usulan masyarakat setempat tidak sampai di situ. Warga menginginkan adanya pembangunan infrastruktur untuk menunjang pertumbuhan ekonominya.

Dengan berbagai aspirasi yang masuk tersebut, politikus Golkar ini akan terus memperjuangkannya. Sebab, lewat suara wakilnya di legislatif, harapan mereka bisa dipenuhi.

“Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami sebagai wakil rakyat. Aspirasi yang  disuarakan ini wajib kami perjuangkan,” tuturnya. (Adv)

Silahkan berikan komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here