Selama Operasi Zebra di Buton, Satu Korban Meninggal Akibat Lakalantas

Kompol Yohanes Tinduku (Kiri) dan Iptu Sahrul (Kanan).

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Operasi Zebra yang digelar Satlantas Polres Buton tahun 2017, angka pelanggaran lalu lintas mengalami kenaikan 203 persen dibanding tahun 2016 lalu. Tahun ini, ada 284 pelanggaran, sedangkan tahun 2016 lalu hanya 84 pelanggaran.

Kabag Ops Polres Buton Kompol Johannis Tinduku didampingi Kasat Lantas Iptu Sahrul mengatakatan, pelanggaran yang dominan selama operasi zebra adalah pengemudi tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), mati pajak, tidak menggunakan helm, dan tidak memiliki kaca spion.

“Operasi Zebra digelar di Kabupaten Buton Selatan (Busel) dan Kabupaten Buton. Selama pelaksanaan operasi ada satu kasus kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.

-Advertisement-

Menurut Sahrul, dalam kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) itu terdapat satu korban meninggal. Kecelakaan terjadi akibat pengemudi tidak mengetahui medan jalan yang dilalui, bukan karena kecepatan tinggi.

Ketika itu, ada sekitar 15 mobil dari Kendari menuju Baubau. Namun salah satu mobil masuk jurang, tepatnya terjadi di Kelurahan Wakangka Kecamatan Kapontori Kabupaten Buton.

Sahrul menambahkan, meski banyak pelanggaran terjadi selama operasi, namun angka kecelakaan lalu lintas menurun. Semua pelanggaran yang terjadi sudah diproses hukum dengan Tilang dan sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Pasarwajo.

Operasi yang digelar sejak tanggal 1-14 November 2017, lanjut Sahrul, cukup berdampak pada ketertiban penggunaan kendaraan. Jumlah pengemudi yang mengurus SIM dan STNK mencapai 200 persen.

Makanya, Sahrul berharap, masyarakat tetap tertib berlalu lintas, patuhi segala ketentuan agar selamat dalam berkendara di jalan raya.

Reporter: Nia
Editor: Din

Facebook Comments