DLH Buton Akan Layangkan Surat Pemberhentian Sementara Pembangunan Sejuta Rumah

278
 

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buton akan melayangkan surat pemberhentian sementara proyek pembangunan sejuta rumah. Pasalnya, PT Kasgoro Solidaritas Internasional Cabang Pasarwajo belum juga menyampaikan permohonan izin lingkungan.

Kepala DLH Buton Edy Sunaryo menuding PT Kasgoro Solidaritas Internasional tidak mengindahkan peraturan yang berlaku. Padahal perusahaan itu sudah diberikan surat teguran.

- Advertisement -

“Perlu saya tekankan disini pemerintah tidak pernah melarang membangun namun harus memenuhi ketentuan,” ujarnya, Senin 18 Desember 2017.

Menurut Edy, pembangunan sejuta rumah terletak di daerah ketinggian sehingga akan rawan longsor. Padahal disekitar lokasi itu terdapat kantor Kejaksaan Negeri Buton, Pengadilan Agama Pasarwajo, Pengadilan Negeri Pasarwajo dan gedung DPRD Buton.

Seharusnya, lanjut dia, sebelum melaksanakan kegiatan pihak perusahaan menunjukkan suran izin yang dikeluarkan oleh pemerintah. Apakah itu izin dari Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Buton  atau dari provinsi. Pasalnya, perusahaan itu sudah melaksanakan kegiatan. Namun sampai saat ini surat izin itu tidak diperlihatkan.

“Kita hanya ingin pembangunan itu sesuai dengan rencana tata ruang daerah, serta tidak mengganggu lingkungan,” tandasnya.

Kepala PTSP Buton LM Muharram melalui Kabid Perizinan Waode Isra mengatakan, permohonan izin PT Kasgoro Solidaritas Internasional tidak bisa diproses PTSP Buton. Pasalnya nilai proyek terlalu tinggi dan pengerjaannya pada dua kabupaten.

“Kami tidak bisa memproses izinnya. Nilainya terlalu besar diatas Rp 10 Miliar. Harus ke provinsi dan berada di dua kabupaten,” ujarnya.

Menurut dia, pihak perusahaan sudah mengajukan izin sebelum peresmian bulan November lalu. Hanya saja, pihaknya mengarahkan agar bermohon izin ke propvinsi. Namun izin itu belum juga keluar sampai saat ini.

Bagi dia, PTSP tidak bisa menegur perusahaan itu kecuali instansi terkait. Pasalnya, teguran itu bukan kewenangan PTSP.

Reporter: Nia
Editor: Din

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...