Terindikasi Pungli, Seorang Dosen UHO Didemo Mahasiswanya

1720
Sejumlah mahasiswa Fakultas Hukum UHO Kendari, Rabu 27 Desember 2017, melakukan aksi unjuk rasa menuntut dosennya yang diduga terlibat pungli diberi sanksi.
-Advertise-

Kendari, Inilahsultra.com – Mahasiswa tergabung dalam Keluarga Besar Fakultas Hukum (KBFH) melakukan aksi demonstrasi di Gedung Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Rabu, 27 Desember 2017.

Mereka memperseoalkan ulah salah seorang dosen Fakultas Hukum UHO yang diduga melakukan pungutan liar (Pungli) kepada mahasiswanya. Massa meminta agar dosen pelaku dugaan pungli itu diberi sanksi seberat-beratnya.

-Advertise-

Koordinator aksi, Dayat, menuturkan, praktik pungli dilakukan kepada setiap mahasiswa yang hendak menyelesaikan studi. “Setiap mahasiswa yang akan maju ujian akhir dibebankan membayar Rp 250 ribu,” ungkap Dayat.

Bagi Dayat, indikasi pungli Rp 250 ribu setiap mahasiswa tersebut merupakan pelanggaran berat. Oleh karena itu ia pihak fakultas dalam hal ini dekan harus mengambil sikap tegas dengan memberikan sanksi berat kepada yang bersangkutan.

Menurut Dayat, aksi yang dilakukan sudah yang ke enam kali namun hingga saat ini belum ada respons serius dari pihak fakultas.

Bagi Dayat, jika hal itu terus didiamkan maka tidak akan ada efek jera dan dikhawatirkan akan menjadi budaya yang turun temurun. “Itu akan menodai nama baik UHO. Karena itu, kami meminta pihak fakultas untuk segera menyikapi persoalan ini,” tekan Dayat.

Ia mengancam, jika masalah tersebut tidak bisa diselesaikan di tingkat fakultas maka pihaknya tidak segan-segan akan melaporkan hal ini kepada Rektor UHO Kendari untuk disikapi lebih serius.

Dekan Fakultas Hukum UHO Kendari, Muhamad Djufri, yang dimintai tanggapannya tentang masalah tersebut,, mengatakan,, aksi yang dilakukan masih sebatas tudingan. Tidak ada bukti yang bisa diperlihatkan.

“Seandainya kalau ada bukti, kita akan proses. Kita juga sudah panggil oknum dosen yang diduga pelaku termasuk mahasiswa korban, tapi tidak ada yang bisa meyakinkan bahwa pungli itu memang ada,” tangkisnya.

Baca Juga :  Warga Amerika Susun Kamus Bahasa Kulisusu

Djufri tegas menyatakan, bila oknum tersebut terbukti pungli maka pihaknya tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas sesuai aturan disiplin kepegawaian.

Kendati belum ada bukti, namun menurut Djufri, oknum dosen yang diduga pungli tersebut tidak lagi diberi tugas membimbing dan menguji.

Menurutnya, tidak dibenarkan kalau ada lagi pembayaran untuk seminar proposal ataupun seminar hasil atau ujian skripsi. Semua beban biaya sudah inklud dalam pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Karena itu, Djufri berharap agar mahasiswa yang telah menjadi korban pungli dapat melapor secara langsung dengan membawa bukti.

Penulis: Haerun
Editor  : Jumaddin Arif

 

Silahkan berikan komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here