Pemanfaatan Aspal Buton Secara Nasional Menjadi Angin Segar Perbaikan Ekonomi

Plt Bupati Buton La Bakry merayakan pergantian tahun bersama Forkompimda dan masyarakat, Minggu malam 31 Desember 2017.

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Pemerintah Kabupaten Buton akan fokus meningkatkan pertumbuhan ekonomi selama tahun 2018. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah mendorong perbaikan iklim investasi dan daya saing daerah.

“Adanya kebijakan nasional yang akan memanfaatkan potensi aspal Buton dalam perbaikan infrastruktur jalan di Indonesia merupakan angin segar bagi perbaikan ekonomi daerah,” ungkap Plt Bupati Buton La Bakry saat menyampaikan sambutan akhir tahun di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Buton Pasarwajo, Minggu malam 31 Desember 2017.

Untuk menjawab peluang itu, lanjut La Bakry, pemerintah daerah secara cepat telah mengalokasikan kawasan ekonomi khusus (KEK) sektor pertambangan. Kawasan ini akan diperluas jika pemerintah pusat juga ingin menetapkan KEK.

La Bakry mengakui, kondisi keuangan Kabupaten Buton selama ini sangat terbatas. Namun pemerintah tetap berkomitmen meningkatkan derajat kualitas manusia melalui sektor pendidikan, kesehatan, perikanan, pertanian, pariwisata dan sektor lainnya.

“Buton kaya akan potensi, namun harus didukung ketersediaan infrastruktur yang memadai,” ujarnya.

Hingga tahun 2017, kata dia, pelaksanaan pembangunan infrastruktur mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini bisa dilihat dari terbukanya akses ke berbagai wilayah serta terbangunnya irigasi dan perpipaan.

Pada tahun 2017, pengaspalan jalan dilakukan sepanjang 30,414 kilometer, pembuatan jaringan irigasi 4.646 meter, dan pembangunan jalanan perpipaan air beraih sepanjang 7.610 meter.

Pada Sektor perikanan, lanjutnya, pemerintah mendukung peningkatan produksi perikanan dan agenda nasional untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Sementara sektor pariwisata, tambah La Bakry, Buton memiliki potensi hutan, pantai, potensi alam dan budaya yang mampu menarik perhatian dunia dan pemerintah pusat untuk dijadikan salah satu daerah tujuan wisata. Apalagi beberapa even pariwisata telah masuk dalam kalender kegiatan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI.

“Sektor pariwisata dapat dijadikan andalan untuk menopang Wakatobi sebagai kawasan strategis pengembangan pariwisata nasional,” katanya.

Menurut La Bakry, dalam mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi harus didukung fasilitator yang andal dan profesional. Pemerintah sebagai abdi negara dan abdi masyarakat berupaya menjadi fasilitator yang profesional dengan menjaga amanah masyarakat.

La Bakry menyadari, pada tahun 2018 ini masih banyak tantangan serta agenda belum diselesaikan. Makanya semua komponen daerah harus bersinergis. Pemerintah menyadari masih banyak kekurangan sehingga perlu masukan dengan cara yang elegan,damai, dan berbudaya serta mengutamakan kepentingan daerah untuk kesempurnaan pembangunan daerah.

Reporter: Nia
Editor: Din

share on: