Sapi Peliharaan di Buton Tidak Bisa Dibiarkan Berkeliaran

363
Plt Sekda Buton Kasim, Kadis Pertanian Azinu dan jajaran ketika melihat langsung IB di Kecamatan Lasalimu Selatan beberapa waktu lalu.
-Advertise-

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Para peternak sapi di Kabupaten Buton diimbau tidak membiarkan peliharaannya berkeliaran dan harus dikandangkan. Hal itu agar hewan ternak tidak mengganggu.

“Sapi jangan dibiarkan berkeliaran tapi harus dikandangkan,” ujar Kadis Pertanian Buton Azizu ketika ditemui beberapa waktu lalu.

-Advertise-

Kata dia, saat ini pemerintah daerah memprogramkan Upaya Khusus Sapi Indukan (Upsus) untuk memperbanyak populasi sapi di Kabupaten Buton. Sehingga Buton bisa swasembada daging. Namun sapi ternak harus dikandangkan.

Jija tidak dikandang, katanya, akan mengganggu dan liar. Sehingga ketika akan disuntik sapi liar akan sulit dijinakkan dan yang akan merugi peternak sapi itu sendiri.

“Dalam satu tahun setiap induk mendapatkan kelahiran sekali. Sembilan bulan dikandung baru punyak anak, jika liar maka akan sulit disuntik,” paparnya.

Dia menjelaskan, ada enam kecamatan di Buton yang menjadi lokasi pengembangan sapi. Yakni, Kecamatan Kapontori, Lasalimu Selatan, Lasalimu, Siontapina, Wolowa dan Pasarwajo.

Menurut Azizu, salah satu kendala yang dihadapi dinas pertanian adalah minimnya petugas insiminator buatan. Padahal banyak sapi yang harus di suntik setiap harinya. Meski begitu, selama ini petugas insiminator buatan dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Azizu mengimbau masyarakat selain memelihara sapi juga mengembangkan ternak ayam. Apalagi pemerintah provinsi berencana mengembangkan babenkros Ayam Arab dari Palembang.

Jika keduanya dapat dikembangkan dengan baik, cita-cita mewujudkan Buton swasembada daging bisa terwujud.

Reporter: Nia
Editor: Din

Silahkan berikan komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga :  APBD Perubahan Buton Ditetapkan

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here