Usai Digoyang, PSK di Kendari Dibayar dengan Uang Palsu

Kendari, Inilahsultra.com – NA (inisial) alias Evi pekerja seks komersial (PSK) asal Kendari terpaksa melaporkan pelanggannya ke polisi karena jasanya dibayar dengan uang palsu.

Peristiwa ini terjadi Jumat 5 Januari 2017 sekira pukul 15.00 Wita. Saat itu, Evi, bersama tiga temannya, Rere, Santi dan Rusli membuka kamar di salah satu hotel di bilangan Jalan Made Sabara Kelurahan Mandonga Kecamatan Mandonga Kota Kendari.

Di kamar nomor 20, teman Evi, bernama Rere melacak  laki-laki hidung belang melalui aplikasi Bee Talk.

Melalui aplikasi itu, tidak lama kemudian Rere menyampaikan kepada Evi, bahwa ada teman laki-laki dengan akun Adri yang chat dengannya ingin mem-BO (booking). Namun, Rere ogah menerima tawaran itu dengan alasan sedang ada urusan lain.

Rere pun akhirnya menawarkan kepada Evi sembari memperlihatkan hasil chatnya.

Evi tak menolak tawaran itu. Asal mau dibooking dengan bayaran Rp 800 ribu sekali main (shoort time).

Persetujuan Evi disambut Rere dengan meminta Adri untuk segera datang ke kamar 20 di hotel tersebut.

Sekira pukul 15.20 Wita Rere, meninggalkan Evi bersama dua rekannya lainnya di kamar. Tidak lama kemudian sekitar pukul 15.30 wita saat Evi bersama Santi dan Rusli di dalam kamar itu, terdengar pintu kamar ada yang ketuk.

Korban membukanya ternyata yang mengetuk adalah orang yang berada pada aplikasi Bee Talk yang ada di Hp Rere dan benar namanya adalah ADRI.

Selanjutnya Santi dan Rusli keluar dari kamar nomor 20 meninggalkan Evi dengan Adri.

Rejeki bagi Evi pun datang. Namun, dari pengakuan Evi, sebelum mereka bercinta, Adri terkesan tertutup. Meski tertutup, Evi tetap mau menjajakan sex kepada langganan barunya itu.

Sebelum bercinta, Evi lebih dulu meminta uang BO kepada Adri sebesar Rp 800.000 sebagaimana yang telah disepakati pada percakapan aplikasi Bee Talk antara Rere dengan Adri.

Adri pun mencabut dompetnya yang terletak di belakang sebelah kanan sambil mengeluarkan uang pecahan Rp 100.000 sebanyak 8 lembar dan menyerahkan kepada Evi dalam kondisi terlipat seluruhnya.

Usai menerima duit, kemudian Evi melakukan hubungan badan sebanyak 1 kali.

“Setelah berhubungan badan korban duduk di kursi yang terdapat di dalam kamar dan korban melihat Adri tergesa-gesa berpakaian dan meninggalkan dalam kondisi tidak berbusana,” ungkap Evi di hadapan penyidik Polda Sultra.

Setelah Adri pergi sekira pukul 15.59 Wita, korban chek out dari kamar 20 hotel tersebut untuk menuju hotel lainnya yang ditempati dua temannya tadi dengan mengendarai taksi yang dikemudikan Bom Bom, tidak lain kenalan Evi.

Setelah tiba di hotel tujuannya, Evi mengeluarkan uang hasil keringatnya tadi untuk membayar taksi seharga Rp 100 ribu.

Sang sopir curiga dan merasa ada yang aneh dengan ciri uang yang diberikan Evi.

Sopir akhirnya menguji keaslian uang tersebut dengan membandingkan uang asli. Ternyata benar saja, uang itu adalah palsu.

Karena merasa telah ditipu, akhirnya Evi melaporkan pelaku ke Polda Sultra atas dugaan penipuan. Hal ini turut dibenarkan Kasubdit PID Polda Sultra Kompol Dolfi Kumaseh.

“Pelaku dalam proses pencarian,” ungkap Dolfi.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Leave a Response

share on: