Wabula Jadi Sentra Industri Tenun Buton

Ilustrasi

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Kabupaten Buton bukan hanya dikenal sebagai penghasil Aspal terbesar di dunia, namun seni tenun juga kini sudah menembus pasar internasional. Uniknya, kain tenun asal Buton menggunakan pewarna alam dengan teknik celup.

Kebiasaan ini sudah berlangsung sejak zaman sebelum Kesultanan Buton. Adapun tempat industri pengrajin kain tenun pencelupan pewarna alam ini, cuma ada di Desa Wabula dan Desa Wabula Satu Kecamatan Wabula. Di desa ini, 75 persen ibu-ibu dan remaja ahli dalam menenun.

Kadis Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Buton Sadisu mengatakan, Wabula kini sudah dijadikan sentra industri tenun. Sementara Kecamatan Kapontori kini dijadikan sentra industri anyaman Nentu.

Rencananya, Disperindag Buton akan mencanangkan kedua kecamatan ini sebagai kampung sentra tenun dan anyaman di Buton.

“Kecamatan Wabula dijadikan Sentra Industri tenun dan wisata. Kecamatan Kapontori dijadikan sebagai daerah sentra industri anyaman nentu,” jelas Sadisu, Senin 8 Januari 2018.

Dia mengatakan, pada intinya kegiatan industri kain tenun dan anyaman sangat didukung pemerintah. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Buton dan Kementerian Perindustrian menjalin kerjasama.

“Terbukti ketika kita mengusulkan anggaran, itu langsung direspon positif oleh Kementerian Perindustrian,” kata Sadisu.

Bentuk respon positif itu, pada tahun 2017 lalu Kementerian Perindustrian mengucurkan anggaran pembuatan sentra industri tenun di Desa Wabula Kecamatan Wabula itu. Disana gedung industri dengan ruang pamer khusus pewarna alam sudah dibuat.

“Insya Allah 2018 selesai, maka pelatihan perdana kita akan lakukan,” jelasnya.

Reporter: Nia
Editor: Din

Leave a Response