Polisi Akui Mengeluarkan Tembakan Berdasarkan SOP

488
Salah seorang warga korban penembakan aparat dirujuk di RS Bahteramas.

Korban penembakan saat mendapatkan perawatan di rumah sakit Bahteramas Kendari. 

Kendari, Inilahsultra.com – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Konawe Selatan AKBP Andi Hamka Mappaita mengakui bahwa anggotanya mengeluarkan tembakan dan lantas mengena warga.

- Advertisement -

Menurut Kapolres, tembakan yang dikeluarkan aparat sudah sesuai dengan standar operasional pelaksanaan (SOP) dalam mengantisipasi keributan.

“Semua SOP sudah kita laksanakan disana,” katanya, Senin 15 Januari 2018.

Dia menyebut, tembakan dimaksud adalah tembakan peringatan. Dia pun membantah kalau anggotanya memberondong peluru di kerumunan warga.

“Tembakan peringatan dan tidak ada menembak, kalau kena maka itu tinggal dibahasakan seperti apa,” katanya.

Dia menyebut, adanya polisi yang menembak dari atas kapal, itu untuk menghalau massa yang makin beringas.

“Itu proses anggota tembakan peringatan karena warga sudah lempar bom molotov di atas kapal. Itu kapal sudah terbakar. Untuk membuat mereka mundur anggota keluarkan tembakan peringatan,” katanya berdalih.

Dia mengaku, pengamanan terhadap alat berat milik tambang ini bukan untuk mengamankan perusahaan, tetapi mengantisipasi terjadinya bentrokan.

Selain itu, intelijen juga sudah memprediksi bahwa akan terjadi keributan di sana.

“Sudah anarki. Pengawalan itu berdasarkan permohonan dan perintah intelijen. Kita tidak mau masyarakat berbenturan,” katanya.

Saat ini, kata dia, tidak ada lagi aktivitas di Desa Tue-Tue Kecamatan Kolono Kabupaten Konsel.

“Uda bersih dan tak ada lagi kegiatan. Sekarang kita menunggu pemerintah dan masyarakat cari kesepakatan,” tuturnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...