KPU Baubau Digugat, SK Penetapan Calon Terancam Batal

955
Apri Awo, SH

Baubau, Inilahsultra.com – Sidang musyawarah sengketa pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Baubau terus bergulir di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Baubau.

Hari ini, Rabu 21 Februari 2018 merupakan sidang ketiga dengan agenda sidang mendengarkan keterangan saksi ahli yang didatangkan dari Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Kamaruddin Jafar.

- Advertisement -

Sengketa Pilkada ini merupakan tindak lanjut gugatan yang dilayangkan bakal pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Baubau jalur perseorangan, Nursalam-Nurmandani. Bisa saja, gugatan ini mempengaruhi semua pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Baubau yang sudah ditetapkan.

Dalam gugatan pasangan yang dikenal dengan julukan Sang Kaisar itu menginginkan keputusan KPU Nomor 20 terkait penetapan Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Baubau periode 2018-2023, yang ditetapkan 12 Februari lalu dibatalkan.

KPU Baubau melalui kuasa hukumnya, Bosman SH belum bisa berkomentar banyak perihal gugatan tersebut. Dia juga tidak ingin berandai-andai jika gugatan itu dikabulkan apakah bisa berakibat kepada Paslon lain selain Roslina Rahim-La Ode Yasin Mazadu (RossY) dan H. Yusran Fahim-Ahmad Arfa (HYF-Ahmad).

“Semua itu tergantung amar putusannya Panwas. Mau batalkan sebagian atau batalkan semuanya, semua itu tergantung Panwas,” singkat Bosman.

Diketahui, Sang Kaisar melayangkan gugatan sengketa Pilkada karena merasa tidak mendapat perlakuan adil dari KPU Kota Baubau.

“Padahal yang namanya Pilkada itu harus berjalan jujur dan adil (Jurdil). Itu yang klien kami rasakan, bahwa KPU tidak memberikan perlakuan adil,” ungkap Apri Awo kuasa hukum Sang Kaisar.

Menurut Sang Kaisar, lanjut Apri, ketidakadilan yang dirasakan karena adanya dua Paslon yang juga tidak memenuhi syarat yakni pasangan RossY dan pasangan HYF-Ahmad.

Kedua pasangan tersebut dikatakan tidak memenuhi syarat bukan terletak pada syarat minimal dukungan yang tidak terpenuhi seperti pasangan Nursalam-Nurmandani yang melalui jalur perseorangan, tetapi terletak pada Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) Ahmad, Wakil dari H Yusran Fahim dan SKCK La Ode Yasin Mazadu, Wakil dari Roslina Rahim yang diduga cacat formil maupun materil.

“Jadi gugatan ini fokus pada dua Paslon yang dimaksud. Hanya saja, bisa saja berpengaruh pada Paslon lain jika gugatan ini dikabulkan,” tandas Apri.

Sejauh ini, komisioner Bawaslu Baubau belum bisa memberikan  keterangan terkait gugatan sengketa Pilkada tersebut.

Reporter: Muhammad Yasir
Editor: Din

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...