Rajin Sumbang Medali Emas, Tapi Nasib Stadion Dayung Sultra Bikin Miris

346
Kondisi venue dayung Sultra yang sudah reok dan rapuh.

Kendari, Inilahsultra.com – Prestasi atlet dayung asal Sultra sudah tak diragukan lagi. Sudah banyai medali yang disumbang para pedayung Sultra melalui even-even bergengsi, baik nasional maupun internasional.

Mereka tidak hanya membawa harum nama Provinsi Sultra di kancah nasional. Atlet dayung asal Bumi Anoa ini pun dikenal tanggung berlaga hingga di level internasional seperti Sea Games.

Nama daerah Sultra benar-benar berjaya di cabang olahraga dayung. Namun, prestasi gemilang tersebut kontras dengan kondisi stadion tempat atlet lokal mengasah kemampuan mengayuh dayung.

Stadion yang terletak bibir Kendari Beach sedikit lagi rubuh. Bagaimana tidak, konstruksi bangunan yang berbahan kayu itu terlihat banyak diserbu rayap. Sangat berbahaya.

Beberapa bagian bangunan seperti arena tribun sudah tak beralas alias bolong. Kondisi venue dayung benar-benar memprihatinkan. Tak terawat.

Stadion yang dibangun di bibir Teluk Kendari ini diperkirakan telah berumur 30 tahun lebih. Sudah sangat uzur. Menurut informasi yang diperoleh, aset Pemprov ini dibangun tahun 1985.

Bangunan olahraga dayung Sultra dimotori Departemen Pendidikan, Kebudayaan dan  Olahraga. Stadion ini dipakai untuk mendukung Kejuaraan Dayung Nasional. Maklum, Sultra kala itu sudah dikenal sebagai pencetak atlet dayung berprestasi.

Pembangunannya sepaket dengan basecamp atau asrama atlet dan juga hanggar dayung. Venue ini sekaligus menjadi Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) cabor dayung.

Mengenai kondisi miris stadion Dayung Sultra, Kadispora Sultra, Jayadin tak bisa berkata banyak. “Yah beginilah kondisinya. Banyak yang retak. Lapuk,” ujar Jayadin.

Meski begitu, stadion ini masih tetap difungsikan sebagai arena latihan. Pantauan inilahsultra.com beberapa atribut dayung seperti kano terpampang di bawah tribun.

Asrama menampung para atlet dayung yang letaknya bersebelahan dengan stadion masih ramai berpenghuni. Tapi, lagi-lagi kondisinya tak begitu memadai.

Baca Juga :  4500 Atlet Ikut Kejurda Lemkari Sultra

Saat ini, tercatat ada 22 atlet menetap dan mengikuti pembinaan cabor dayung di pusat pelatihan atlet tersebut.

“Tidak ada anggaran rutin untuk perbaikan sejak dibangun. Makanya banyak yang rusak. Kalau asrama masih agak mendingan,” dalih Jayadin.

Sejak tahun 2017, Dispora Sultra mengaku sudah memperjuangkan upaya perbaikan sarana olahraga tersebut. Usulan itu diajukan ke meja Menpora dan Pemprov Sultra. Tapi hingga kini usulan renovasi sarana olahraga cabor yang diketuai Abdurahman Saleh, Ketua DPRD Sultra itu tak kunjung mendapat sahutan.

“Kita minta ini direhab total karena memang sudah tidak layak dan berbahaya. Tapi ya sampai sekarang belum ada tanggapan. Anggaran renovasi belum ada termasuk perawatan,” jelas Jayadin.

Kepala Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang Pemprov Sultra, Pahri Yamsul menaksir estimasi anggaran permak total venue dayung Sultra. Ia memperkirakan pembangunan ulang stadion dayung menelan dana hingga Rp 4 miliar.

“Sekitar 4 miliar. Itu kalau dibuat permanen dan agak sedikit diperluas,” singkat Pahri.

Potret miris stadion dayung Sultra juga sempat disinggung Pj Gubernur Sultra, Teguh Setyabudi. Saat membuka kegiatan Bersih-Bersih Teluk Kendari, Minggu 11 Maret 2018, Teguh menyatakan prihatin dengan kondisi venue dayung.

Sejauh ini belum ada action nyata menyelamatkan arena cabor andalan Sultra yang reot diserbu rayap. Namun begitu, Teguh menyatakan akan memikirkan solusi agar sarana olahraga itu dibenahi sehingga tetap bisa difungsikan secara maksimal.

Penulis: Siti Marlina
Editor  : Jumaddin Arif

Silahkan berikan komentar

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here