Gelar Seminar, Yayasan Lazuardi Kendari Hadirkan Pakar Pendidikan Milenial Nasional

Suasana seminar for parents yang digelar Yayasan Lazuardi dengan tema 'Mendidik Generasi Milenial' dilaksanakan di salah satu Hotel Kendari, Sabtu, 24 Maret 2018.

Kendari, Inilahsultra.com – Global Islamic School Lazuardi Ibnu Sina Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar seminar For Parents dengan tema ‘Mendidik Generasi Milenial’ di salah satu Hotel Kendari, Sabtu, 24 Maret 2018.

Kegiatan seminar dihadiri oleh, ketua Yayasan Lazuardi Alven Stony, pembina Lazuardi Nasir Andi Baso, Direktur Sekolah Lazuardi Aminah Bafadal, pelaksana tugas (Plt) Kepala Bappeda Sultra Ila Ladamai, pakar pendidikan milenial Sayed Hyder, dan education expert from the united kingdom Mr Finlay Beaton dan tamu undangan lainnya.

Pembina Lazuardi Ibnu Sina, Nasir Andi Baso mengatakan, dalam pelaksanaan kegiatan ini diharapkan bagaimana orang tua bisa mendedikasikan diri untuk mendidik anak-anak melalui IT, agar tidak terjadi sesuatu yang akan merusak anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

-Advertisement-

Program ini, menurut dia mempunyai manfaat yang sangat baik untuk sekolah. Selain itu, program ini dapat menghasilkan pengajar yang punya kemampuan mengembangkan sebuah metode pengajaran serta menciptakan proses interaktif.

“Pengajar yang mempunyai kemampuan yang baik, maka anak-anak kita dapat memiliki peningkatan pola pikir dan pemahaman yang baik terkait kewajiban asas manusia serta tanggung jawab. Kita harapkan kepada para pengajar bisa mendidik anak-anak kita untuk tidak saling membuli, karena akan mengangu psikologi mereka kedepannya,” harapnya.

Sementara itu, pakar pendidikan milenial nasional Sayed Hyder mengungkapkan, yang menjadi tantangan kepada anak-anak zaman now atau milenial ialah keberadaan sosial media dan teknologi yang bikin repot.

Dia mencontohkan, dulu ada anak yang ditegur langsung sama orang tuanya paling sebal sebentar, pergi kekamarnya atau nongkrong sama temannya. Tapi saat ini, ketika ditegur sama orang tuanya mereka langsung mengupload status di media sosial dengan ditonton oleh ribuan orang, bahkan bisa ratusan ribu orang. Kebiasaan Inilah merupakan tantangan berat.

Untuk itu, Kata Hyder beberapa step proses untuk mendidik anak generasi milenial ini harus memberikan kasih saya, belas kasih, memberi contoh yang baik dan memberi semangat kepada anak-anak.

“Jadi kita harus bikin satu akronim dengan memberi kemandirian kepada anak-anak dalam keadaan tertantu, kita harus menghormati mereka, kita harus merasa anak-anak kita akan berhasil. Disini harus dibutuhkan pesimis dan optimis orang tua terhadap anaknya,” ujarnya.

Anak-anak saat ini, sambung dia lebih memilih mandiri ketika tertimpa musibah. Maka dengan itu pria bercambang ini menguraikan, harus dikembalikan akar budaya Indonesia yang bisa berdiri sendiri, bisa intropeksi diri, bisa berempati kepada teman-teman dan harus konek dengan tujuan hidup yang bagus.

“Akar budaya bangsa kita harus bisa dibangun kembali, dan diterapkan kepada anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa ini,” terangnya.

Oleh karena itu, dirinya menghimbau, kepada orang tua dalam mendidik anak harus penuh dengan belas kasih, penuh dengan optimis, tidak usah khawatir karena anak itu merupakan ciptaan dan titipan amanah allah kepada umatnya.

“Kalau kita didik mereka dengan belas kasih, maka kita harus optimis mereka pasti akan berhasil. Jangan menyindir dengan menjelekan anak itu akan berdampak pada psikologi mereka,” himbaunya.

 

Reporter : Haerun

Editor      : Aso

Iklan

Facebook Comments