Wawancara Ketua KPU Sultra, Timsel : Tertutup untuk Wartawan

Awak media saat menunggu konfirmasi dari timsel yang sementara menggelar wawancara tertutup Ketua KPU Sultra Hidayatullah.

Kendari, Inilahsultra.com – Jurnalis, staf maupun aparat diminta oleh tim seleksi (timsel) untuk keluar dari ruangan pada saat sesi wawancara terakhir Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sultra Hidayatullah, Senin 26 Maret 2018.

Awalnya, tes wawancara calon anggota KPU Sultra yang digelar di Grand Hotel Clarion Kendari ini berlangsung terbuka. Awak media dibolehkan untuk melihat dan mendengarkan langsung proses wawancara.

-Advertisement-

Pun, publik media sosial juga bisa menjangkau proses wawancara itu melalui siaran langsung Facebook, akun KPU Sultra.

Setidaknya, ada empat timsel yang sudah memberikan pertanyaan kepada Hidayatullah, termasuk soal dipanggilnya mantan anggota KPU Kota Kendari itu di KPK.

Namun, pada saat sesi pertanyaan terakhir yang akan diajukan Faizah Binti Awad, seluruh yang hadir, di luar timsel dan Hidayatullah sendiri diminta untuk keluar.

Begitu juga rekaman video milik KPU dan siaran langsung lewat Facebook yang sudah berjalan terpaksa ditutup.

Setelah jurnalis, maupun staf KPU keluar, terhitung kurang lebih 20 menit berlangsung wawancara tertutup antara timsel dan KPU Sultra.

Ada apa sebenarnya? Padahal, sebelumnya awak media bisa menyaksikan langsung penjelasan Hidayatullah soal dipanggilnya di KPK.

Usai wawancara tertutup, Ketua Timsel KPU Sultra Najib Husen menjelaskan, klarifikasi tertutup ini terkait dengan meminta tanggapan kembali dari Hidayatullah atas salah satu laporan masyarakat.

“Hanya kita tidak bisa diungkap di sini. Nanti ditanyakan ke Hidayatullah sendiri,” ungkapnya.

“Timsel, belum putuskan apakah jawaban Hidayatullah itu jujur atau mencoba menutupi kesalahan yang pernah terjadi.

Klarifikasi laporan ini, kata dia, kejadiannya saat menjabat KPU Kota Kendari. Ia pun memastikan ini masalah pekerjaan bukan masalah pribadi.

“Kita sudah sepakat dengan Hidayatullah nanti dia sendiri yang jelaskan,” tuturnya.

Tanggapan masyarakat, sebut dia, ada dua penilaian dari timsel. Yakni, baik atau buruk. Ketika dikatakan buruk, jawaban yang bersangkutan tidak jujur.

Atas klarifikasi tertutup ini, Timsel akan memutuskannya pada saat pleno 2 April 2018 nanti.

“Semua timsel punya penilaian masing-masing,” pungkasnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments