Raih 11 Medali Emas, Butur Keluar Sebagai Juara Umum MTQ Sultra

Bupati Butur Abu Hasan saat memberikan sambutan pada acara penutupan MTQ ke 27 tingkat Sultra, 27 Maret 2018, malam.
Bacakan

Buranga, Inilahsultra.com– Dewan Hakim dan dewan juri yang bertugas di iven Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XXVII tingkat Sulawesi Tenggara (Sultra), baru saja mengumumkan perolehan medali tiap daerah, pada malam acara penutupan, Selasa, 27 Maret 2018 di pelataran Islamic Center Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara (Butur).

Dimana, Kabupaten Butur berhasil keluar sebagai juara umum pertama. Daerah otoritas Abu Hasan itu berhasil memperoleh medali terbanyak yakni 11 emas, 5 perak dan 4 perunggu .

-Advertisement-

Sementara itu, untuk juara umum kedua ialah Kabupaten Kolaka, dengan perolehan medali sebanyak 9 emas, 8 perak dan 4 perunggu.

Sedangkan, juara umum pada MTQ Sultra ke XXVI di Kota Baubau dua tahun lalu yakni Kota Kendari hanya mampu meraih juara umum ketiga. Kota Kendari hanya berhasil menggondok 8 emas, 5 perunggu, dan 6 perak.

Bupati Butur, Abu Hasan mengucapkan rasah hormat kepada pimpinan dan anggota kafilah yang telah berpartisipasi mensukseskan MTQ.

“Alhamdulillah seluruh kegiatan MTQ telah berlangsung sesuai harapan, cita-cita dan idealisme kita. Saya juga sampaikan ucapan terima kasih kepada ketua panitia sekaligus wakil Bupati Butur Ramadio atas dedikasi yang telah kita lakukan. Bisa mulai dengan baik dan diakhiri dengan baik pula,” ucapnya.

Iklan

Dari hasil penilaian dewan juri dan dewan hakim, tambah dia sudah dibacakan.

“Alhamdulillah Butur jadi juara umum. Tiga level naik kelas dari juara empat di Kota Baubau dua tahun lalu. Butur, Kolaka dan Kendari berada di tiga besar dengan perolehan nilai sangat sedikit,” tutur dia.

Walaupun menang, sambung mantan Karo Humas Pemprov Sultra tapi yakin kemenangan sejati bukan semata-mata mampu menang terhadap lawan dalam pertandingan. Kemenangan sejati bukan ketika mencapai juara, bukan semata-mata semua yang diinginkan dapat tercapai.

“Tapi kemenangan sejati tanpa mengalakan. Kemenangan sejati ketika kita mampu melawan kegagalan akhirnya dapat bangkit kembali,” ujarnya.

Abu Hasan meyakini, apa yang telah diputuskan dewan hakim dan dewan juri merupakan hasil yang betul-betul melalui integritas dan tangung jawab yang tinggi.

Editor : Aso

Facebook Comments