Angkat Isu Pangan, Fakultas Pertanian UHO Gelar Seminar Nasional

347

Suasana seminar nasional yang digelar di Fakultas Pertanian UHO

Kendari, Inilahsultra.com – Masalah pangan di berbagai belahan dunia turut menjadi perhatian serius Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari.

- Advertisement -

Untuk itu, fakultas tertua di perguruan tinggi ternama di Sultra menggelar seminar nasional, Kamis 29 Maret 2018 di Aula Fakultas Pertanian UHO.

Dewan Pengurus Wilayah VPerhimpunan Organisasi Profesi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Indonesia (POPMASEPI) Himpunan Mahasiswa Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian UHO dipercayakan menggelar kegiatan untuk mengupas masalah lahan dan pangan di tingkat lokal.

Dalam kegiatan ini, panitia menghadirkan pemateri yang konsen di bidang pangan di antaranya, Bupati Buton Utara Abu Hasan, Kepala Divisi Regional (Divre) Badan Urusan Logistik (Bulog) Sultra Laode Amijaya Kamaluddin, mantan Rektor UHO Prof Dr Usman Rianse, praktisi Anas Nikoyan dan Dinas Pertanian Provinsi Sultra.

Pun untuk menggaungkan kegiatan ini, panitia mengundang setidaknya 16 universitas di Indonesa bagian Timur.

Ketua Panitia kegiatan Yusran SP MSc menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mengupas polemik lahan yang terjadi di tingkat lokal.

Kita mengangkat problematika lahan dalam merefleksi ketahanan pangan,” ungkap Yusran.

Menurutnya, lahan dan ketahanan pangan merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Tanpa ada lahan untuk menanam, maka tak akan ada ketersediaan pangan.

Untuk itu, kata dia, perlu adanya penguatan regulasi atas ketersediaan lahan dalam menujang pemenuhan pangan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati Butur dalam sambutannya mengapresiasi seminar yang digelar oleh Fakultas Pertanian UHO ini.

Sejatinya, kata dia, kampus lah yang harusnya memiliki desain dan rancangan dalam pembangunan daerah, termasuk wacana ketahanan pangan.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bukti perhatian Fakultas Pertanian terhadap ketahanan pangan kita ke depan. Tanpa pangan, negara tidak akan kuat,” ujarnya.

Baca Juga :  Pengurus Koperasi di Mubar Diajarkan Pengelolaan Perkoperasian

Sejak menjadi bupati dua tahun lalu, Abu Hasan mengaku, salah satu kebijakannya adalah mengubah paradigma masyarakat untuk lebih fokus pada peningkatan produktifitas pertanian.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Divre Bulog Sultra La Ode Amijaya Kamiluddin menyebut, ketersediaan pangan di suatu bangsa menjadi penentu dalam perjalaannya.

Sebab, ia memprediksi, ke depan, perang yang terjadi bukan dengan industri senjata, melainkan pangan.

“Problema ke depan ada tiga fokus dunia. Adalah air, pangan dan energi,” bebernya.

Menurutnya, negara yang akan bertahan ke depan adalah yang berada di garis ekuator atau yang berada di jalur khatulistiwa.

“Negara seperti Indonesia, Brasil, dan Afrika itu yang akan survive nantinya. Ke depan, yang akan memicu peperangan adalah soal pangan dan energi,” tuturnya.

Sementara itu, mantan Rektor UHO Prof Dr Usman Rianse berharap, Fakultas Pertanian menjadi lokomotif pencetak petani berdasi.

Maksudnya, masa depan bangsa, khsusunya ketersediaan pangan, tergantung kualitas keluaran alumni di Fakultas Pertanian.

“Ke depan, yang akan dihadapi dunia adalah krisis pangan,” imbuh dosen Pertanian UHO ini.

Untuk itu, ditekankan kepada pemerintah harus menjamin ketersediaan lahan untuk pertanian.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here