Edarkan 12 Ribu Pil PCC, Seorang Haji di Kendari Ditangkap Polisi

722
AKBP La Ode Kadimu bersama Kasubbid PID Polda Sultra Kompol Dolfi Kumaseh.

Kendari, Inilahsultra.com – Seorang warga berinisial A ditangkap polisi karena diduga sebagai bandar pil paracetamol, cafein, dan carisoprodol (PCC).

Pria ini diketahui seorang haji yang juga pemilik salah satu hotel melati di Kota Kendari. Ia ditangkap di Hotel Raja Bintang Kendari.

- Advertisement -

Kasubdit III Direktorat Narkoba Polda Sultra AKBP La Ode Kadimu mengaku, dari tangan pelaku, ditemukan barang bukti pil PCC sebanyak 12 ribu butir.

“Ini paling banyak dengan temuan kita sebelumnya,” ungkap Kadimu dalam konferensi pers di Polda Sultra, Senin 2 April 2018.

Menurut dia, pil PCC ini dikirim dari Makassar Sulawesi Selatan melalui jalur darat. Rencananya, pil ini akan diedar di Kota Kendari.

Ia pun menyebut, Haji A ini masuk kategori bandar yang siap mendistribusi ke sub bandar.

“Coba bayangkan disuplai dari bandar ke sub bandar lalu ke pengedar. Ini luar biasa dampaknya,” bebernya.

Ia menyebutkan, sebelum menciduk pelaku, polisi melakukan penyamaran sebagai pembeli.

Aparat, lanjut dia, harus menyiapkan minimal Rp 60 juta untuk mendapatkan pil yang masuk kategori narkotika sejak 7 Maret 2018 itu (Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 7 Tahun 2018). Pelaku, kata Kadimu, telah dititip di Rutan Kendari.

“Kita lakukan penyelidikan kurang lebih 1 bulan. Harga satu bungkusnya itu Rp 5 juta,” sebutnya.

Selain menangkap pengusaha hotel, Subdit III Direktorat Narkoba Polda Sultra turut menciduk dua tersangka lainnya yang juga pengedar narkoba.

Adalah inisial KD dan BY. Keduanya, ditangkap karena mengedarkan sabu-sabu di Kota Kendari. Dari tangan mereka, polisi menyita barang bukti sabu berat 8 gram, handphone, alat bukti transfer dan sepeda motor yang digunakan untuk transaksi.

Keduanya juga diduga terlibat jaringan narkoba di lembaga permasyarakatan (Lapas).

Mereka punya tugas mendapatkan perintah dari bandar untuk mengambil barang lalu disimpan di suatu tempat atas perintah melalui telepon seluler.

“Mereka menempatkan tempelan di suatu tempat. Polisi menangkap mereka pada saat beraksi,” ujarnya.

Sepanjang Maret 2018 ini, sebut Kadimu, Subdit III telah menangani tiga perkara kasus narkoba.

Ketiga tersangka disangkakan pasal 127 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Editor   : Aso

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...