Atasi Sampah Pada Objek Wisata, Dispar Akan Koordinasi dengan DLH Buteng

269
 

Labungkari, Inilahsultra.com – Dinas Parawisata (Dispar) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait penanganan sampah pada objek wisata.

Koordinasi itu akan dilakukan Plt Kadis Pariwisata Buteng Safrin dalam waktu dekat ini.

“Koordinasi kita lakukan karena Dinas Parawisata tidak bisa melakukan gerakan sendiri apalagi terkait persoalan sampah yang sudah menjadi masalah yang urgen. Bahkan bukan hanya ditempat wisata, di lingkungan masyarakatpun sampah adalah masalah utama,” ungkapnya melalui telepon selulernya, Selasa 3 April 2018.

Gerakan yang nantinya akan dibangun bersama DLH, lanjut Safrin, yakni gerakan peduli sampah dan gerakan Jumat bersih.

“Kita sejauh ini sudah melakukan gerakan meski belum terlalu maksimal. Setiap minggu itu kita selalu bersama teman-teman melakukan bersih-bersih di Pantai Mutiara yang ada di Mawasangka Tengah,” paparnya.

Kata Safrin, saat ini dinas pariwisata menyadari masih banyak kekurangan sumber daya manusia (SDM) dan masih banyak fariabel-fariabel yang harus dituntaskan untuk meningkatkan objek wisata.

“Yang jelasnya ini menjadi target utama, ini yang harus kita tuntaskan bersama. Kita tidak inginkan tempat wisata kita rusak, kotor, kemudian menjadi daya saing yang rendah,” paparnya.

Ia menargetkan, pada bulan April hingga Mei ini pihaknya akan melakukan pengontrolan dan melakukan pergerakan pada objek wisata serta membangun sarana pendukung untuk penampungan sampah.

“Kita akan mendorong masyarakat, serta memasyarakatkan masyarakat untuk menjadi masyarakat wisata sehingga ada kepedulian terhadap sampah pada objek wisata. Jadi objek wisata menjadi tanggung jawab kita bersama,” jelasnya.

Kadis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buteng La Alimuddin mengatakan, meski sampah yang berada pada objek wisata merupakan sampah kiriman yang terbawa arus pihaknya tetap akan berupaya membersihkan.

“Sekarang masih musim Barat jadi kalau kita bersihkan masih tetap akan terbawa lagi sampah lagi ke pesisir,” terangnya.

Ia mengatakan, Saat ini semua kecamatan sudah memiliki Tempat Penampunagan Akhir Sementara (TPAS). Rencananya pada tahun 2018 dan 2019 akan dibangun tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Metere.

“Untuk armada motor sampah kita ada tujuh. Setiap kecamatan satu, untuk pekerjanya 12 orang. Jadi yang dibersihkan itu sementara setiap ibu kota kecamatan, setiap minggu satu kecamatan dibersihkan. Kita turunkan semua armada, kita harapkan persoalan sampah ini bisa cepat kita atasi. Baik pada tempat wisata maupun yang ada di lingkungan masyarakat sekitar,” tutupnya.

Reporter: Anto
Editor: Din

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...