Rajiun Masuk Muna, Ini Tanggapan Rusman Emba

Bupati Muna LM Rusman Emba

Raha, Inilahsultra.com– Konsep “Mai Te Wuna” yang digagas oleh Pemerintahan LM Rusman Emba bersama Abdul Malik Ditu dalam menarik para wisatawan untuk berkunjung di Kabupaten Muna rupanya telah berhasil.

Dimana, kata Bupati Muna Rusman Emba, LM Rajiun yang merupakan Bupati Muna Barat telah berkunjung di daerahnya, belum lama ini. Hal itu, jelas mantan anggota DPD RI itu merupakan pertanda kalau Rajiun tertarik dengan pesona Kabupaten Muna.

Mengenai adanya isu kalau kedatangan Rajiun di Muna membuat dirinya gelisah. Hal itu ditepis langsung pasangan Malik Ditu ini.

-Advertisement-

“Saat ini harus berkarya maupun mewujudkan janji-janji politik di tengah masyarakat. Kegelisahan itu hanya melihat penderitaan rakyat. Kalau politisi, ada ruang politisi, ada juga ruang pertarungan. Tapi pilkada masih lama,” tegas Rusman saat ditemui di selah-selah kunjungannya pada korban musibah di Kecamatan Watopute, Rabu, 4 Maret 2018.

Pertarungan untuk saat ini menurut Rusman, bagaimana menyejahterakan masyarakat. Menjadi kegelisahan hanyalah jalanan yang rusak maupun tidak ada sumber pendapatan masyarakat.

“Tidak ada kegelisahan itu, namun yang ada konsep “Mai Te Wuna” membuat kegelisahan orang-orang di luar sehingga berkunjung di Kabupaten Muna. Ini suatu kebahagiaan karena konsep Tageline “Mai Te Wuna” berhasil, termasuk pak Rajiun Tumada berkunjung di Muna,” ujarnya.

Ia menuturkan, Rajiun yang memiliki konsep pembangunan di Kabupaten Muna Barat, suatu kebahagiaan berkunjung di Kabupaten Muna.

“Saya berharap Pak Rajiun jangan buat gaduh. Seorang politisi itu tentu memiliki strategi. Jangan seakan-akan tidak mencintai daerahnya dengan melakukan kegiatan bukan di daerahnya, yang seharusnya buatlah Mubar bisa bergairah,” tekannya.

Sebagai tokoh pemekaran dalam memperjuangkan pemekaran Mubar dengan cukup lama, Rusman mengaku sangat prihatin ketika telah adanya pemimpin namun tidak memperhatikan kabupaten yang lahir dari Muna itu.

“Ketika telah lahir pemimpin, namun tidak memperhatikan Mubar ini sangat memprihatinkan dan gagal membangun Mubar,” herannya.

Menurut pandangan Rusman, seorang politisi yang telah malang melintang di dunia politik bukan lagi bicara pencitraan tetapi bicara karya, apa yang telah diberikan ketika menjadi pemimpin.

“Sebagai bupati bukan berpikir untuk diri kita sendiri namun bagaiman rakyat kita bisa sejahtera, bahagia, maupun bisa makmur,” imbuhnya.

Reporter : Iman

Editor     : Aso

 

Facebook Comments