Jubir AMAN : Postingan Tie Saranani Tak Mencerminkan Sikap Politik AMAN

Wa Ode Hayatun Nufus (kanan) 

Kendari, Inilahsultra.com – Juru Bicara pasangan Ali Mazi-Lukman Abunawas (AMAN) memberikan klarifikasi atas postingan Titing Suryana Saranani atau Tie Saranani yang dianggap menyinggung pihak-pihak tertentu.

Selaku juru bicara, Wa Ode Hayatun Nufus menegaskan bahwa tindakan Tie Saranani tersebut tidak mencerminkan sikap politik AMAN.

-Advertisement-

“Kami meminta kepada publik agar hal tersebut tidak disangkutpautkan sebagai pola kerja AMAN. Dalam artian bahwa AMAN sangat menghargai setiap pendapat dari simpatisan yang ingin mendukung setiap perjuangan AMAN tetapi harus dengan cara-cara yang santun dan menjunjung etika,” katanya melalui siaran persnya kepada Inilahsultra.com, Sabtu 7 April 2018.

Ia menegaskan, pendapat atau komentar Tie Saranani di akun sosial media miliknya adalah murni pendapat pribadi yang tidak ada kaitannya dengan pola kerja AMAN.

“Melalui siaran pers ini AMAN juga meminta maaf yang sebesar-besarnya jika terjadi kesalahpahaman yang terjadi diluar kontrol dan kendali AMAN. AMAN juga berharap agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang banyak beredar di masyarakat yang bisa memecah belah persatuan kita. Mari lebih bijak dalam memfilter segala informasi, apa yang baik kita ambil dan yang tidak baik kita tinggalkan,” katanya.

Ia menjelaskan, sejak resmi mendeklarasikan diri sebagai pasangan calon, AMAN selalu menyerukan untuk menjunjung tinggi politik santun dan beretika.

“Hal ini tidak lepas dari mulai hilangnya trust (kepercayaan) dari mayoritas masyarakat tentang politik santun itu sendiri. Sebagian masyarakat menolak untuk berbicara soal etika dan sopan santun dalam politik dan menganggap politik bukan wilayah etika dan kesantunan,” paparnya.

Masyarakat, lanjut dia, cenderung meyakini bahwa politik adalah wilayah untuk meraih tahta kekuasaan, pengaruh, uang atau apapun dengan menggunakan segala cara demi kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Paradigma inilah yang sejatinya ingin diubah oleh pasangan AMAN. Masyarakat kita cenderung mengukur keberhasilan pemimpin dengan pembangunan infrastruktur dan lupa bahwa pembanguanan manusia-lah yang paling tidak mudah. Pembentukan karakter, value berlangsung selama sumur hidup dan membutuhkan konsistensi yang tidak mudah,” ujarnya.

Dengan demikian, tutur dia, AMAN sangat serius dalam menghadirkan budaya politik yang santun dan beretika di tengah-tengah kehidupan masyarakat Sultra.

Sebagai bentuk keseriusan tersebut pasangan AMAN sudah lebih dahulu mengintsruksikan kepada para simpatisan, loyalis dan sluruh jajaran tim AMAN untuk selalu mengedepankan sikap politik yang berbudaya santun dan beretika serta menghidari segala bentuk pertikaian, kekerasan baik fisik maupun verbal dan lain sebagainya.

“AMAN bertekad untuk mengembalikan tujuan politik yang ideal yang memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kepentingan masyarakat luas dan hal itu tentu dimulai dengan sikap politik yang ideal pula. AMAN tidak pernah mengintruksikan kepada tim pendukung untuk melakukan tindakan yang akan berdampak pada saling bentrok, saling menyakiti dan saling hujat menghujat satu sama lain,” pungkasnya.

Sebelumnya, Tie Saranani memposting status di dinding Facebook menyinggung Rektor Universitas Halu Oleo Prof Muhammad Zamrun Firihu. Status Tie itu menyusul komentar Prof Zamrun di media terkait hasil debat paslon Pilgub Sultra 2018.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments