Timsel KPU Sultra : Bila Ada Makelar Laporkan ke Polisi

Hadar Nafis Gumay 

Kendari, Inilahsultra.com – Anggota Tim Seleksi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sultra Hadar Nafis Gumay mempersilakan kepada siapa pun yang punya bukti terhadap adanya makelar yang beroperasi, meminta uang dan menjanjikan kelulusan dalam seleksi kemarin.

Ia mengaku, sampai saat rapat penetapan hasil seleksi tahap ke-4, ia mengaku tidak punya informasi terhadap dugaan suap.

-Advertisement-

“Saya juga tidak dengar adanya hal tersebut dari anggota timsel lain,” ungkap Hadar Nafis Gumay, Minggu 15 April 2018.

Adanya suap dan bahkan ada yang menduga adanya makelar baru, ia baru dengar pasca-rapat penetapan atau beberapa hari setelah dirinya kembali ke Jakarta.

“Baiknya pihak-pihak yang memang merasa dirugikan dan menduga ada permainan uang, dan punya cukup bukti yang kuat (bukan bohong/rekayasa) adukan saja kepada pihak yang punya otiritas untuk menyelesaikan,” katanya.

Ia meminta, informasi ini disampaikan langsung ke timsel, dan mereka akan meneruskannya ke KPU RI.

“Dan akan bekerjasama menyelesaikannya, laporkan kepada KPU RI langsung, dan laporkan kepada polisi,” tekannya.

Namun jika tidak punya bukti cukup kuat, Hadar menyarankan baiknya berhenti menyebar informasi yang tidak mendasar.

“Karena hal seperti akan merusak kepercayaan publik terhadap proses dan hasil yang sudah dicapai,” katanya.

Mengenai adanya beberapa calon komisioner yang diloloskan namun memiliki catatan buruk di DKPP, Hadar mengaku, penyelenggara pemilu yang diadukan dan diproses di DKPP tidak otomatis yang bersangkutan sudah memang buruk dan tidak lagi memenuhi syarat untuk menjadi calon anggota KPU kembali.

“Tergantung dengan keputusannya dari DKPP. Penilaian terhadap calon bergantung banyak faktor, keputusan DKPP dapat menjadi salah satu faktor seberapa besar bobot faktor tersebut juga kembali kepada masing-masing anggota timsel,” pungkasnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments