Harga Telur di Hypermart Kendari Kelewat Mahal, Kemendag RI : Tolong Dimonitor !

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI, Arlinda memaparkan hasil pemantauan harga dan stok bahan pokok pada sejumlah distributor dan pasar di Kendari.

Kendari, Inilahsultra.com-Kementerian Perdagangan RI menyorot harga jual telur ayam di pasar modern Hypermart Kendari yang dianggap terlampau mahal dari harga acuan pemerintah.

Hal ini disampaikan Dirjen Pengembangan  Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Arlinda saat melakukan  pemantauan harga dan stok bahan pokok di Kendari sejak Senin, 16 April 2018.

Dari hasil pemantauan, harga telur di pasar ritel modern tersebut dipatok Rp 31 ribu per kilogram. Dibanding dengan pasar tradisional, seperti Pasar Korem, nilai jual ya justru lebih bersahabat. Perkilogram dihargai dikisaran Rp 21 ribu – Rp 24 Ribu.

-Advertisement-

Harga jual telur di Hypermart dinilai terlampau tinggi dari harga acuan tertinggi ditetapkan pemerintah yakni Rp 22 ribu perkilo gram.

“Harga telur di Hypermart Rp 31 Ribu. Tolong di monitor ya Bu Kadis. Kok jauh sekali. Di pasar tradisional hanya Rp 21 ribu sampai Rp 24 ribu. Tolong dipantau,” ujar Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementrian Perdagangan RI Ir Arlinda MA pada Kadis Perindustrian dan Perdagangan Sultra, Sitti Saleha saat Rapat Koordinasi Stabilisasi Harga dan Ketersediaan Stok Bahan Pokok, Selasa 17 April 2018.

Ia meminta Disperindag Sultra secepatnya turun tangan agar harga jual telur di pasar modern tersebut bisa mengikuti standar acuan pemerintah. Meski momen bulan puasa masih lama  pemerintah wajib melakukan intervensi cepat agar situasi harga terjaga normal.

Dalam pemaparannya, Arlinda menyampaikan selain bahan pokok, ada beberapa produk pasar yang nilai jualnya bisa diintervensi oleh pemerintah. Produk dimaksud adalah telur ayam, cabai merah, cabai kriting, kedelai, jagung, tepung terigu, bawang merah dan bawang putih serta daging sapi.

Turunnya tim Kemendag ke daerah, kata Arlinda adalah dalam rangka menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok bahan pokok dan komoditas penyumbang inflasi lain seperti telur, daging sapi dan ikan jelang ramadhan.

“Seluruh armada eselon I Kementrian Perdagangan diinstruksikan turun untuk jaga stabilitas harga jelang bulan puasa,” ujar Arlita.

Titik pantau komoditas bahan pokok dilakukan Kementrian Perdagangan RI tidak hanya fokus di level distributor. Melainkan sampai ke pasar-pasar tradisional.

Secara umum, Arlinda menilai harga jual bahan pokok dan komoditi pangan masih dalam taraf normal dan terkendali. Begitu juga dengan ketersediaan stok.

Roadshow pemantauan harga dan stok pangan oleh Tim Kemenperindag RI  sejak Senin 16 -17 April 2018 menyasar Hypermart Kendari, Pasar Basah Mandonga, Gudang Bulog Sultra, Pasar Sentral Kota Lama dan Gudang Minyak Bulog Punggolaka.

Langkah Kemendag RI mengantisipasi kenaikan harga disambut positif PJ Gubernur Sultra, Teguh Setyabudi saat hadir di rapat forum Koordinasi digelar Kemendag RI di Kendari.

“Kita juga sudah menekankan bupati dan kepala daerah mencermati masalah harga dan stok bahan pokok jelang ramadhan,” ujar Teguh.

Belum lama ini Lewat rapat Forkompimda Sultra, Teguh telah menghimbau tim TPID, Dinas Perindag Sultra termasuk kepala daerah bergerak cepat mengamankan harga dan stok bahan pokok agar tidak terjadi kekosongan dan kenaikan harga siginifikan.

“Pak Gub menyinggung masalah stabilitas harga jelang puasa dan meminta Perindag konsentrasi memantau harga dan stok bahan pokok. Ada instruksi menggelar pasar murah menjaga harga bahan pokok jangan sampai naik,” ujar Kepala Dinas Kominfo Sultra, Kusnadi mengutip himbauan Teguh saat Rapat  Forkompimda di Kapal Basarnas Kendari, belum lama ini.

Reporter : Siti Marlina

Editor      : Aso

Facebook Comments