
Pasarwajo, Inilahsultra.com – Perum Bulog Baubau menyatakan, beras sejahtera (Rastra) yang ditolak sembilan desa dan satu kelurahan di Kecamatan Lasalimu Kabupaten Buton, sebenarnya ditarik sebelum ada penolakan.
Kepala Perum Bulog Baubau Rahibun mengatakan, beras yang ada dalam gudang hanya ada satu tumpukan. Makanya beras itu langsung dikirim oleh para petugas. Ternyata beras tersebut belum sempat dinetralisir. Tindakan itu diambil agar beras sejahtera bisa sampai cepat kepada warga yang menerima.
“Beras itu belum sempat saya cek, makanya kita sudah tarik kembali untuk dinetralisir,” ungkapnya.
Dia mengungkapkan, jenis beras untuk Rastra standarnya kualitas medium seperti yang dikirim ke Kecamatan Lasalimu. Hanya saja beras tersebut sudah lama berada digudang dan belum dinetralisir.
“Beras tersebut untuk jatah bulan Maret dan April,” singkatnya.
Dia menegaskan, beras tersebut sudah seluruhnya ditarik. Beras itu nanti akan diganti dengan beras yang kondisinya lebih baik.
Rahibun menambahkan, stok beras yang ada di gudang Bulog saat ini cukup banyak. Sehingga sangat memungkinkan beras yang dikirim nanti diganti dengan beras baru. Stok beras yang ada mencukupi hingga bulan Juni mendatang.
Sebelumnya, Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Kelembagaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Buton Yogi Gustamin merinci, sembilan desa dan satu kelurahan itu adalah Desa Wasuamba, Wasambaa, Lasembangi, Suandala, Bonelalo, Talaga Baru, Sribatara, Waoleona, Wagari, dan Kelurahan Kamaru.
Yogi mengungkapkan, dalam Rastra yang rencananya akan disalurkan kepada warga itu terdapat kutu dan biji beras patah.
“Saat Rastra tiba langsung teman-teman tim dari Dinsos mengecek bersama camat dan kades. Kondisinya parah. Sehingga tidak sampai diturunkan dari truk. Kita putuskan untuk dikembalikan ke Bulog,” beber Yogi, Senin 16 April 2018.
Rastra yang dikembalikan tersebut untuk jatah selama bulan Maret dan April 2018.
Yogi mengungkapkan, berdasarkan hasil konfirmasi kepada pihak Bulog, Rastra yang dikembalikan pada 12 April 2018 itu akan diganti paling lama pekan ini.
Dia berharap kejadian tersebut tidak terulang lagi. Apalagi beras itu untuk dikonsumsi warga yang seharusnya dalam kondisi bagus.
“Jika sudah punya kutu dan patah ini berarti berasnya memang tak layak dimakan. Kita juga berharap agar penyalurannya nanti tepat waktu,” harapnya.
Reporter: Nia
Editor: Din




