Rekomendasi DPRD Sultra ke Pertamina terkait Kelangkaan Gas LPG dan Solar

223
-Advertise-

DPRD Sultra berpose bersama dengan pimpinan PT Pertamina usai membahas masalah kelangkaan gas LPG dan solar. 

Kendari, Inilahsultra.com – Akhir-akhir ini, masyarakat di Kota Kendari dan di wilayah Sultra secara umum mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG subsidi tiga kilogram.

-Advertise-

Untuk menjawab keresahan masyarakat ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra menggelar hearing bersama pimpinan Pertamina area Kendari, Senin 23 April 2018.

Anggota Komisi II DPRD Sultra Rasyid yang didampingi anggota lainnya, Joni Syamsudin dan Syamsul Ibrahim menggelar rapat dengar pendapat dengan pihak Pertamina.

Dari Pertamina sendiri diwakili oleh Arnaldo Andika Putra selaku Sales Executive LPG Pertamina Kendari dan Dimas Mulyo Widyo Saputro sebagai Sales Executive Retail IV Sultra.

Arnaldo dalam pemaparannya mengaku, kelangkaan gas LPG ini dikarenakan kendala distribusi akibat cuaca buruk di laut. Harusnya, gas LPG sudah tiba pada Sabtu kemarin. Karena kendala cuaca, maka kapal baru bisa sandar esoknya, Minggu.

Sales Eksekutif Retail VII Sultra Dimas Mulyo Widyo Saputro (kanan) saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan anggota komisi II DPRD Sultra, Senin, 23 April 2018.

Ia menyebutkan, kuota LPG subsidi di Sultra kurang lebih 38642 metrik ton dalam setahun. Itu berdasarkan kuota yang diberikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

“Terjadi kelangkaan ada dua hal. Pertama, faktor alam. Kedua adanya warga yang memborong LPG karena takut tidak dapat hingga lebaran nanti,” jelasnya.

Dari jumlah kuota yang ada, Ia menjamin kondisi ini sudah mulai normal.

Sementara itu, Dimas Mulyo Widyo Saputro selaku Sales Executive Retail IV Sultra PT Pertamina menyebut, kelangkaan solar bersubsidi yang terjadi di Kendari diduga akibat mulai maraknya pertambangan di Sultra.

Bila dibandingkan dengan tahun lalu di bulan yang sama, tidak ditemukan terjadi kelangkaan solar. Nanti, pada bulan ini atau bersamaan dengan kembalinya pengoperasian tambang solar mulai langka.

Baca Juga :  Di DPRD Sultra, Anggaran Satu Perda Rp 75 Juta

“Padahal, kuota yang diberikan sama saja dengan sebelumnya,” katanya.

Untuk mengantisipasi itu, Pertamina mengusulkan semacam sistem baru berupa kartu khusus dalam pengisian solar subsidi ini.

“Nantinya, setiap mobil mendapatkan jatah sesuai dengan kapasitas tangkinya,” tuturnya.

Hal ini untuk mengantisipasi penimbunan solar di kalangan industri.

Suasana hearing DPRD Sultra dengan Pertamina

Atas pertemuan itu, Komisi II DPRD Sultra merekomendasikan beberapa hal.

Misalnya, mendorong agar Pertamina menjamin ketersediaan Gas LPG dan solar, menggelar operasi pasar untuk menekan harga gas LPG, membentuk satuan kerja menghindari penimbunan solar dan menyetujui rencana Pertamina membuat sistem baru penggunaan solar subsidi. (Advertorial DPRD Sultra)

Silahkan berikan komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here