Selain Promosikan Produk Pertanian Organik, Pemkab Butur Ikut Pamerkan Hasil Kekayaan Laut pada Halo Sultra

Pj Gubernur Sultra Teguh Setyabudi tampak tersenyum kagum melihat hasil kekayaan laut yang dimiliki Butur berupa kepiting bakau besar, saat berkunjung di stand pameran Pemkab Butur, Senin, 23 April 2018, malam.

Kendari, Inilahsultra.com– Selain menjadikan event Halo Sultra sebagai ajang untuk mempromosikan berbagai produk pertanian organik, Pemerintah Kabupaten Buton Utara (Butur) juga, ikut memamerkan hasil kekayaan laut yang dimiliki yakni  kepiting bakau besar dan akuarium terumbu karang beserta biota lautnya.

Pada ajang pameran pesona Halo Sultra yang rencananya digelar dari tanggal 23 hingga 27 April 2018, Butur yang mendapatkan stand nomor urut 21 tidak ketinggalan mengisi produk unggul derah berbasis organik seperti beras organik yang telah mendapatkan lisensi dari berbagai pihak, dan jagung kuning organik.

Pameran pembangunan dalam rangka Hari Ulang Tahun ke 54 Sulawesi Tenggara (Sultra) ini melibatkan kabupaten/kota se Sultra yang dibuka secara resmi oleh Pj Gubernur Sultra Teguh Setyabudi di tugu religius eks MTQ Sultra,  Senin, 23 April 2018, malam.

-Advertisement-

Bupati Buton Utara Abu Hasan ditemui diselah pemeran mengatakan, daerah yang dipimpinnya itu memiliki potensi kekayaan laut. Misalnya saja terumbu karang yang cukup menarik.

Bupati Butur Abu Hasan didampingi ketua Tim PKK Butur Siti Rabiah Abu Hasan serta awak jurnalis Inilahsultra Siti Marlina (kiri bupati) memperlihatkan produk unggulan pertanian organik berupa padi dan jagung.

“Namanya terumbu karang itu bukan hanya ada di daerah Lian, tetapi itu ada di Buton Utara yang terumbu karangnya dijamin tidak kalah menarik,” katanya.

Kemudian, urai dia potensi kekayaan yang dimiliki yakni kepiting bakau besar yang saat ini jarang dijumpai di derah lain. Menurutnya, tempat hidupnya kepiting bakau itu hanya yang memiliki mangrove besar, dan itu ada di Butur.

Dijelaskannya, populasi kepiting bakau itu secara alami terus dijaga dan dilestarikan baik dengan tidak mengganggu mangrove yang ada.

“Tapi juga sudah ada yang membudidayakan dan itu berhasil. Sehingga saya jamin kepiting bakau Buton Utara ini akan dilestarikan dengan jumlah yang banyak,” imbuhnya.

Reporter : Armawan

Editor     : Aso

Facebook Comments