PGRI Sultra Gelar Perkenalan Pemakaian Aplikasi Skype-A-Thon Se Sultra

Suasana perkenalan Aplikasi Skype-A-Thon oleh PGRI Sultra di SMAN 9 Kendari, Jum'at, 4 Mei 2018.

Kendari, Inilahsultra.com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kegiatan perkenalan pemakaian Aplikasi Skype-A-Thon di momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) bertempat di SMAN 9 Kendari, Jumat, 4 Mei 2018 dengan menghadirkan keterwakilan PGRI Kabupaten/Kota se Sultra sebanyak 60 peserta.

Kegiatan tersebut merupakan kerjasama PGRI Pusat dan Microsoft yang digelar secara bersamaan di 25 PGRI se Indonesia yang terkonektivitas langsung dari pusat ke daerah melalui aplikasi Skype -A-thon.

-Advertisement-

Ketua PGRI Sultra Dr Abdul Halim Momo mengatakan, kegiatan yang dilakukan saat ini merupakan kegiatan yang sangat positif karena aplikasi Skype-A-Thon sebuah acara tahunan Microsoft yang bertujuan untuk menghubungkan ruang kelas dari berbagai belahan dunia. Sekaligus menunjukan bagaimana teknologi dapat meningkatkan pengalaman belajar.

“Bisa memberikan manfaat bagi kita bisa membuat jendela dunia lebih dekat. Yang luas menjadi sempit dengan aplikasi sitem perkembangan teknologi saat ini,” katanya.

Melalui media Skype ini, sambung dia, guru-guru bisa mengembangkan kualitas cara mendidik dan mengajar siswa pada saat di sekolah.

“Intinya itu bagaimana guru itu tetap meningkatkan profesionalismenya sehingga materi-materi yang diajarkan itu sesuatu yang relevan sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini,” ungkapnya.

Setelah kegiatan tersebut, diharapkan bisa diterapkan di daerah masing-masing. Dapat di implementasikan kepada siswa-siswa sekolah dalam menghadapi perkembangan teknologi dengan Skipe-A-Thon.

“Setelah mengikuti kegiatan Skype-A-Thon ini, guru tetap meningkatkan kualitas profesionalismenya sehingga apa yang diajarkan itu sesuai dengan perkembangan yang ada. Guru kedepan bisa memotivasi dan berkreasi dalam mengajar baik pribadi maupun kelompok,” pesannya.

Salah satu peserta dari Guru SMP N 8 Kendari Rita Wati Asav mengungkapkan, peserta dibekali dengan menyelesaikan suatu kebijakan yang terapkan oleh para kepala sekolah dengan dilarang siswa mengunakan teknologi dalam kelas dengan membawa Handphone.

“Dalam pertemuan tadi bagaimana cara kami menyakinkan kepala sekolah tentang perkembangan teknologi ini. Karena ini akan dapat di manfaatkan anak-anak mudah sebagai generasi penerus bangsa,” ungkapnya.

Sebagai guru, jelasnya tidak bisa ketinggalan perkembangan teknologi saat ini. Karena murid semakin pandai dengan perkembangan teknologi saat ini, jadi guru juga tidak ketinggalan seperti siswa dalam mengelolah pembelajaran melalui Skype-A-Thon.

“Dengan adanya pembelajaran seperti ini otomatis bisa kita aplikasikan dalam kelas dan kita tidak tertinggal zaman. Agar kita lebih maju juga dalam pembelajarannya kedepan,” ungkapnya.

Kalau memang dalam mengunakan metode ini bagus bagi siswa. Ia berharap bisa digunakan dalam pembelajaran dengan alternatif bebagai cara yang sudah didapatkan tadi.

“Kalau guru berhalangan hadir untuk mengajar karena urusan mendadak dan sangat penting maka dengan sistem aplikasi Skype-A-Thon ini murid tetap belajar dan kita guru bisa mengontrol murid melalui aplikasi tersebut,” tutupnya.

Reporter : Haerun

Editor      : Aso

Facebook Comments