Pembunuhan Gadis di Wakatobi, Korban Diperkosa Lalu Diseret ke Dalam Hutan

2191
 

Wakatobi, Inilahsultra.com – Rekonstruksi kasus pembunuhan siswa SMAN 4 Wangiwangi Selatan Kabupaten Wakatobi Yati (16) digelar Polres Wakatobi, Senin 7 Mei 2018. Ada 30 adegan diperagakan oleh tersangka La Maulidi (33).

Dengan pengawalan ketat aparat kepolisian, La Maulidi memperagakan cara menghabisi nyawa Yati.

- Advertisement -

Sebelum dibunuh, Yati sempat mendapatkan tindak kekerasan fisik serta pemerkosaan. Setelah itu korban pingsan dan tidak sadarkan diri.

Pelaku menggauli korban yang sudah tidak berdaya. Usai melampiaskan birahinya, pelaku langsung membuang Yati ke dalam hutan, sekitar 300 dari lokasi kejadian di Desa Liya Togo Kecamatan Wangiwangi Selatan.

Pelaku sempat meninggalkan korban selama beberapa menit. Namun kemudian kembali membawa tali dan mengikat kedua tangan korban.

Yak sampai disitu, pelaku yang takut perbuatan bejatnya terbongkar, akhirnya menyumpal mukut dan hidung korban menggunakan celana hingga akhirnya kehabisan nafas.

Kasat Reskrim Polres Wakatobi, Iptu Cucu Sutarman mengungkapkan, rekonstruksi dilakukan untuk melihat gambaran kejadian di TKP.

“Kita kembalikan ke posisi kejadian di lapangan. Makanya kita suruh tersangka untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang sesuai fakta kejadian yang terjadi terhadap korban,” ungkapnya usai rekonstruksi.

Usai memperagakan aksinya, Cucu yakin, 90 persen kegiatan yang dilakukan pelaku terhadap korban. Namun perbuatan pelaku tidak ada unsur perencanaan.

Cucu menuturkan, rekonstruksi sengaja tidak digelar langsung di tempat kejadian perkara (TKP) mengantisipasi kemungkinan serangan keluarga korban kepada tersangka.

“Karena kita menjaga kondisi kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan,” tutupnya.

Sebelumnya, jasad korban Yati ditemukan warga Desa Liya di hutan dekat kebun dalam kondisi mengenaskan pada 10 April 2018 lalu.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 81 ayat (1) Jo pasal 76 D dan pasal 80 ayat (3) Jo pasal 76 C 7 Undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancama pidana maksimal 15 tahun dan minimal 5 tahun serta denda maksimal Rp 5 Miliar.

Reporter: La Ode Samsuddin
Editor: Din

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...