
Kendari, Inilahsultra.com – Massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Demokrasi Anti-Mahar Politik (KMDAMP-Sultra) membeberkan sejumlah uang mahar politik yang diterima oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sultra Tony Herbiansyah.
Laporan dalam satu bundel itu turut dijelaskan riwayat pemberian uang dari salah satu bakal calon kepala daerah Pilwali Kota Kendari Ishak Ismail.
Koordinator aksi, Mardamin mengaku, dugaan mahar politik itu benar adanya dilakukan oleh Tony Herbiansyah. Dugaan itu terkonfirmasi dan dibenarkan Ishak Ismail.
Saat dihubungi kelalui telepon selulernya, ia membenarkan data yang disampaikan para demonstran.
Sepanjang bersama Ishak, Tony telah menerima uang dari Ishak sebesar Rp 175 juta.
Dalam kronologi yang diterima Inilahsultra.com, pada Februari 2016 Ishak diajak oleh Toni Herbiansyah untuk mengambil SK DPW Partai Nasdem Sultra di DPP Partai Nasdem.
“Pada waktu itu saya diminta oleh Pak Toni Herbiansyah untuk menyiapkan uang sebesar Rp 100 juta untuk keperluan pengambilan SK DPW Partai Nasdem Sultra,” tulis kronologi yang turut dibenarkan Ishak Ismail.
Kemudian di awal Februari mereka berangkat ke Jakarta yang terdiri Ishak Ismail, Toni Herbiansyah, Ichwan Mappilawa (Sekretaris Nasdem Sultra waktu itu), La Ode Iksanudin Saafi (Ketua Bappilu DPW Nasdem Sultra), Hartawan (Bendahara DPW Nasdem Sultra), Rahayu Tombili (rekan Ishak) dan Khaeruddin Arsyad (rekan Ishak).
“Selain menyiapkan uang sebesar Rp 100 juta, saya juga menyiapkan akomodasi berupa tiket dan penginapan Hotel di Jakarta. Kami menginap di Hotel Green Alia Cikini Pada hari H Pengambilan SK di DPP Partai Nasdem sekitar Februari 2016,” jelasnya.
“Sebelum pergi ke Kantor DPP Partai Nasdem Pak Toni menelpon ke kamar saya untuk meminta mengantarkan uang Rp 100 juta, katanya untuk orang di DPP NasDem. Saya pun bergegas mangantar uang tersebut ke kamar Pak Toni, tapi saya singgah dulu di kamarnya Pak lchwan Mappilawa, saya bilang sama Pak Ichwan bahwa Pak Toni minta uang Rp 100 juta katanya untuk orang di DPP Nasdem. Pak lchwan tanya berapa? Saya jawab Rp 100 juta. Pak lchwan kaget katanya, kok begitu,” bebernya.
Usai memberikan uang, mereka ke DPP untuk mengambil SK. Setelah itu mereka kembali ke hotel. Saat itu, Tony memperlihatkan SK ke Ishak sembari mengatakan bahwa sudah Ishak yang dapatkan pintu NasDem di Pilwali Kendari.
Di hari yang sama, Tony juga meminta kepada Ishak agar membayarkan biaya kantor DPW NasDem kurang lebih Rp 75 juta.

“Setelah pulang dari Jakarta sekitar akhir Februari 2016. Pak Toni Herbiansyah mengutus Hartawan (Bendahara DPW Nasdem Sultra) dan La Ode lksanudin Saafi (Ketua Bappilu) untuk datang ke kantor Posko Pilwali saya mengambil uang sewa Kantor DPW Partai Nasdem Sultra sebesar Rp 75 juta,” bebernya.
Namun dalam perjalanannya, Ishak Ismail tak mendapatkan tambahan pintu.
Lantas sekitar November 2016, Tony mengembalikan uang sewa kantor DPW NasDem Sultra Rp 75 juta dengan mengutus Hartawan (Bendahara Partai Nasdem Sultra), La Ode Iksanudin Saafi (Sekretaris DPW Nasdem Sultra) dan Azis (Katua OKK DPW Nasdem Sultra) di kediamannya.
Ishak menyebut, dirinya sudah melaporkan hal ini ke DPP NasDem untuk ditindaklanjuti. Ia juga sudah melapor ke Polda Sultra.
“Data itu benar. Itu saya sudah pernah masukkan pada Maret lalu,” tuturnya.
Terkait dugaan mahar politik yang diterima, Tony Herbiansyah dihubungi melalui telepon selulernya tidak aktif.
Penulis : La Ode Pandi Sartiman




