Debat Publik, AS Tamrin Anggap Roslina Tidak Konsisten

493
Debat publik pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Baubau, Sabtu 12 Mei 2018.

Baubau, Inilahsultra.com – Semalam (12 Mei 2018), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Baubau sukses menggelar debat publik Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwali) Baubau tahun 2018. Dalam debat, ada lima pasangan calon (Paslon) yang beradu visi misi.

Debat yang dimulai pukul 20.00 wita itu berlangsung seru. Masing-masing Paslon baik calon wali kota ataupun calon wakil wali kota saling serang dengan melempar pertanyaan kepada Paslon lainnya.

- Advertisement -

Keseruan terjadi ketika calon wali kota nomor urut dua, AS Tamrin bertemu calon wali kota nomor urut satu, Roslina Rahim. Tamrin menganggap Roslina tidak konsisten seperti apa yang tertulis di baleho pasangan yang dikenal dengan RossY itu yang berbunyi “bekerja keras, cerdas dan tuntas”.

“Kalau memang konsisten seperti yang tertulis di baleho, harusnya Roslina menyelesaikan lima tahun masa jabatan di DPRD karena rakyat sudah memberikan mandat. Harusnya dituntaskan dulu yang lima tahun di DPRD,” ujar Tamrin.

Roslina langsung menanggapi hal tersebut. Menurut adik Umar Samiun itu, pihaknya tidak sampai lima tahun di DPRD karena banyak keluhan masyarakat Kota Baubau.

“Melihat keadaan itu, membuat kami hadir untuk memimpin Kota Baubau dengan potensi pemanfataan sumber daya demi mensejahterakan masyarakat Baubau,” tukas Roslina.

Keseruan lainnya ketika calon wakil wali kota nomor urut dua, Monianse (Tampil Manis), berhadapan dengan calon wakil wali kota nomor urut tiga, Ikhsan Ismail (Mama Ikhlas).

Kata Monianse, jika memimpin Mama Ikhlas akan menggelontorkan anggaran ke tiap Kelurahan di Kota Baubau sebesar Rp 1,2 miliar. Monianse menganggap hal tersebut berbahaya karena berbeda dengan dana desa (DD).

Mantan Direktur PDAM Buton itu mempertanyakan regulasi terkait anggaran yang akan di gelontorkan ke 43 Kelurahan di Kota Baubau. Pasalnya, regulasi itu berbeda dengan regulasi dana desa (DD). Selain itu, jika Rp 1,2 miliar untuk tiap kelurahan maka anggaran untuk pembangunan lainnya tidak akan terpenuhi.

“Hati-hati memberikan sebuah janji atau terobosan dengan anggaran Rp 1 miliar karena ini adalah cara nalar yang salah. Hati-hati janji seperti ini akan menyesatkan kita karena tidak mungkin terjadi,” tegas Monianse.

Ikhsan Ismail menjelaskan, tahun lalu APBD sekira Rp 800 miliar. Kalau Rp 1,2 miliar digunakan untuk pendanaan sebanyak 43 kelurahan, hanya menghabiskan dana kurang lebih Rp 51 miliar.

“Itu tidak seberapa untuk kesejahteraan masyarakat Kota Baubau. Wali kota memang tidak bisa memutuskan itu karena wali kota yang mengusulkan anggaran. Nanti bagaimana caranya kita bekerja sama dengan DPRD. Saya sangat yakin DPRD kalau untuk kepentingan masyarakat akan melakukan apa yang terbaik untuk masyarakat,” pungkas mantan anggota DPRD Sultra ini.

Reporter: Muhammad Yasir
Editor: Din

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...